• Kamis, 26 Mei 2022

Perekonomian Masyarakat Nelayan Mulia Pulih Setelah Badai Pandemi Covid 19

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:07 WIB
Perekonomian Masyarakat Nelayan Mulai Pulih (Istimewa)
Perekonomian Masyarakat Nelayan Mulai Pulih (Istimewa)

SUARAKARYA.ID: Perekonomian masyarakat nelayan mulai pulih. Bahkan meningkat usai negeri kita diterpa pandemi covid 19.j

Contoh. Tingkat kesejahteraan nelayan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membaik.  Tercermin pada nilai tukar petani (NTP) yang mengalami kenaikan 0,76 persen.

"Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidayaan Ikan subsektor perikanan (NTNP) di bulan April naik 0,76 persen menjadi 106,28. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, bulan Maret yang masih 105,48," kata Kepala BPS Sulut Asim Saputra, di Manado, Jumat.

Baca Juga: Ketua KPK Sebut Wali Kota Ambon Tersangka Kasus Suap Kini Ditahan

Asim mengatakan baik indeks yang diterima (it) maupun yang dibayar (Ib), sama-sama mengalami perubahan positif. Namun perubahan kenaikan It lebih besar dibandingkan Ib.

Dia mengatakan It naik 1,44 persen sementara Ib lebih kecil 0,67 persen, seperti dilaporkan AntaraNews.

Kenaikan It bersumber dari Indeks Tangkap yang naik 1,57 persen. Nilai NTUP naik 1,26 persen, dari 109,80 di bulan Maret menjadi 111,19 pada bulan April.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Tak Serap Informasi Salah Terkait  PMK Yang Serang Hewan

Nilai Tukar Nelayan perikanan tangkap (NTN) tercatat naik 0,87 persen, pada bulan Maret masih 106,31 menjadi 107,23 di bulan April.

Membaiknya Nilai NTN disebabkan It yang naik 1,57 persen, sementara Ib mengalami kenaikan dengan nilai lebih kecil 0,69 persen.

Naiknya It berasal dari kenaikan indeks Penangkapan di Perairan Umum sebesar 1,93 persen, dan kenaikan indeks Penangkapan di Laut sebesar 1,54 persen.

Baca Juga: KPK Jemput Paksa Wali Kota  Ambon Karena Tak Kooperatif

Komoditi Indeks Penangkapan Perairan Umum yang mengalami kenaikan harga yakni Ikan Gabus (Haruan), Udang Umum, Ikan Nila.

Sementara Komoditi Indeks Penangkapan Perairan Laut yang mengalami Kenaikan harga yakni Gurita, Ikan Selar (Oci/Tude), Ikan Kerapu (Garopa/Groper), Ikan Julung-Julung (Roa), Ikan Biji Nangka.

Kenaikan Ib dominan oleh kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,05 persen, sementara indeks BPPBM hanya 0,17 persen.

Baca Juga: Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja Digelar Di Kota Makassar

Untuk NTUP di subsektor ini naik 1,40 persen; sebelumnya masih 111,10 pada bulan Maret dan menjadi 112,65 di bulan April.

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan atau NTPi di bulan April turun 0,55 persen dan menjadi 95,87; dibandingkan dengan bulan Maret yang masih 96,40.

Menurunnya NTPi disebabkan oleh turunnya nilai It 0,12 persen, sementara Ib naik 0,43 persen. Penurunan It berasal dari Indeks Budidaya Air Tawar sebesar 0,13 persen.

Baca Juga: Pangkogabwilhan III Kunjungi Warga Kariuw Pengungsi Korban Rusuh Antar Desa Di Pulau Haruku Maluku

Perubahan pada Indeks Budidaya air tawar berasal dari penurunan Ikan Nila Tawar, Ikan Mas/Karper Tawar. ***












Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Konsumsi Makanan Ini Bisa Tingkatkan Libido Anda

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:03 WIB

UWKS Mulai Berani Gelar Wisuda Secara Luring

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:28 WIB
X