• Sabtu, 25 Juni 2022

Arus Balik Lebaran, Menko PMK Cek Kesiapan Pelabuhan Bakauheni Dan Pelabuhan Panjang 

- Kamis, 5 Mei 2022 | 03:46 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah) tinjau persiapan Pelabuhan Panjang dan Bakauheni, untuk arus balik Lebaran 2022.
Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah) tinjau persiapan Pelabuhan Panjang dan Bakauheni, untuk arus balik Lebaran 2022.
 
SUARAKARYA.ID: Meteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau kesiapan Provinsi Lampung dalam menghadapi arus mudik dan arus balik libur lebaran 2022, Rabu (4/5/2022). 
 
Menko PMK yang didampingi  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, serta Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengecek dua pelabuhan, yang akan menjadi lokasi utama penyeberangan masyarakat ke Pulau Jawa. Yakni Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung.
 
Peninjauan pertama dilakukan di Pelabuhan Panjang. Di pelabuhan yang berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat dan angkutan logistik, Menko PMK dan rombongan mengecek kesiapan operasional. Seperti kesediaan kapal feri tambahan, serta fasilitas untuk masyarakat.
 
 
Seperti diketahui, Pelabuhan Panjang telah diputuskan pemerintah, untuk menjadi alternatif penyeberangan dari Sumatera ke Jawa. Tujuannya untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan pemudik di Pelabuhan Bakauheni, pada arus balik nanti.
 
Berdasarkan catatan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) jumlah penumpang yang menggunakan angkutan penyeberangan laut melebihi penumpang di transportasi umum lain. Jumlahnya mencapai 1,6 juta penumpang, baik di Pelabuhan Bakauheni maupun di Pelabuhan Merak.
 
Pengecekan di Pelabuhan Bakauheni, Menko PMK juga mengecek kesiapan pelabuhan, menghadapi lonjakan arus balik masyarakat. Secara umum, dia menilai dua pintu masuk ke Pulau Jawa itu telah siap menghadapi lonjakan arus balik libur lebaran. 
 
 
"Saya senang sekali, Bapak Menhub, Pak Kakorlantas, Pak Menteri BUMN, Bapak Gubernur, Kapolda Lampung, semuanya sudah sangat kompak telah menyiapkan dengan sangat baik," ujar Menko PMK, usai melakukan peninjauan.
 
Pada kesempatan itu, Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan, puncak arus balik lebaran akan terjadi pada tiga hari terakhir libur lebaran. Karenanya, dia minta agar masyarakat bisa kembali sebelum puncak arus balik.
 
"Karena, pada  6, 7, 8 Mei akan terjadi lonjakan penumpang. Saya mohon pada Pak Gubernur, Kapolda untuk menyampaikan kepada warga untuk balik lebih awal. Karena, itu salah satu manajemen lalu lintas yang harus kita lakukan," ujar Menhub. 
 
 
Dia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, yang telah menyiapkan Pelabuhan Panjang dengan baik. Menhub juga mengapresiasi stakeholder di Pelabuhan Panjang, seperti PT Pelni dan PT Pelindo yang sudah menunjukan kesiapan yang baik.
 
Dia berharap, agar Pelabuhan Panjang bisa lebih diutamakan untuk mengangkut angkutan logistik.
 
"Kita harapkan Pelabuhan Panjang itu terutama untuk logistik. Jadi, kendaraan logistik tidak ke Bakauheni tapi ke Panjang. Sehingga load dari Bakauheni lebih lega dan bisa berjalan dengan baik," tuturnya. 
 
 
Sementara, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, ke depannya akan dilakukan pengkajian ulang pemanfaatan Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang untuk penataan yang lebih baik. 
 
"Ke depan dari BUMN akan menggambarkan ulang apakah Bakauheni ini akan tetap kita lakukan sebagai pelabuhan penyebrangan mobil motor atau berikut logistik. Hal ini, menjadi pertimbangan kita hitung ulang, supaya nanti bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat," tuturnya.
 
Sedangkan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan, pihaknya telah siap menghadapi arus balik lebaran. Dikemukakannya, fasilitas serta sarana prasarana untuk menghadapi arus balik lebaran sudah tersedia untuk melayani masyarakat.
 
 
Demikian pula, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, yang juga menyatakan kesiapannya, bersama jajaran Polda Lampung akan memastikan tekanan arus lalu lintas bisa terbagi rata. Mengingat potensi yang akan kembali ke Jawa akan cukup tinggi.
 
"Tentunya apa yang kami kerjakan setelah sarana prasarana siap, kapalnya siap,. Kami pada sisi kerja sama dengan masyarakat yang akan balik. Kami harapkan apa yang sudah diatur ada kerja sama di lapangan," tuturnya.***
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

ITS Kerja Sama Bisnis, Wacanakan Marketplace Medis

Minggu, 19 Juni 2022 | 14:38 WIB

SIG Berangkatkan 113 Jemaah Haji Asal Gresik

Kamis, 16 Juni 2022 | 10:14 WIB
X