• Minggu, 3 Juli 2022

Momentum Mudik Berdampak Positif Tingkatkan Perekonomian Daerah Dari Hibernasi

- Rabu, 4 Mei 2022 | 21:27 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy.
Menko PMK Muhadjir Effendy.
 
 
SUARAKARYA.ID: Momentum mudik selalu berdampak positif pada perekonomian daerah. Tahun ini pun diprediksi demikian, apalagi masyarakat yang mudik menurut survei Kemenhub mencapai 85 juta orang lebih.
 
Karena itu, pemerintah berupaya untuk terus menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi pada saat mudik Lebaran. Sekaligus, menjaga angka kasus covid-19 agar tidak meningkat. Semua antisipasi  dilakukan maksimal, agar prokes dan tata aturan dipatuhi. 
 
“Saya tau begitu besarnya euforia dan antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke area wisata. Namun, memang dalam batas tertentu, kita juga harus memberi toleransi. Mereka kan sudah 2 tahun tidak menikmati libur secara besar-besaran. Saatnya, mereka memanfaatkan izin untuk berkunjung ke pusat wisata,” tutur Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusi dan Kebudayaan (Menko PMK) Muadjir Effendy, pada suatu keterangan, Selasa (3/5/2022). 
 
 
Kendati demikian, yang paling penting adalah para pemudik harus dipastikan sudah mendapatkan vaksin minimal dosis kedua atau booster. Tempat wisata juga diwajibkan untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, guna memastikan wisatawan yang berkunjung telah divaksin.
 
“Nah sekarang ini bagaimana agar berbagai tempat wisata bisa disiplin, terutama memberlakukan kewajiban mereka hadir itu harus prokes dan sudah di booster. Paling tidak sudah divaksin dua kali,” jelas Menko PMK
 
Ramainya tempat wisata, dinilainya, mampu menjadi momentum untuk memperbaiki kondisi ekonomi di Indonesia. 
 
“Memang sudah kita targetkan salah satu momentum Lebaran ini, diupayakan untuk mendorong dan memicu pemulihan ekonomi nasional, kita telah dua tahun mengalami hibernasi. Karena itu, dari beberapa lini sudah kita siapkan. Misalnya, manajemen lalin, kita tata betul kita upayakan risiko nya seminim mungkin, agar berbagai hambatan bisa kita atasi,” ungkap Menko PMK.
 
 
Selain itu, pemerintah juga sudah mengantisipasi arus balik, dan menjamin ketersediaan bahan pangan, terutama bahan pokok. Bagi masyarakat yang tidak mampu, pemerintah juga mendorong dengan pemberian bansos selama tiga bulan yang dirapel pada April.
 
“Dengan begitu akan ada semacam _multiplier effect,_ akan terjadi keterkaitan satu sama lain. Untuk sama-sama memicu perkembangan ekonomi. Dan, memang sekarang yang menjadi andalan adalah sektor pariwisata. Termasuk di situ kuliner dan tempat kunjungan lain,” terangnya. 
 
UMKM, lanjutnya, diharapkan bisa memanfaatkan momentum ini, untuk segera mengambil peran dalam upaya pemulihan ekonomi. Karena, hampir 80 persen pelaku ekonomi di Indonesia adalah UMKM
 
 
“Kalau 80 persen ini, separuh saja mereka bisa ikut ambil bagian secara maksimal dalam momentum Lebaran ini. Tentu saja itu mempunyai nilai yang sangat signifikan, dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar MenKo PMK. 
 
Namun, kekhawatiran akan lonjakan Covid-19 masih tetap ada. Karenanya, pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan.
 
“Dan ini akhirnya soal taruhan, taruhan antara berani atau tidak dan kita putuskan kita berani. Sesuai dengan arahan dari Presiden, kita buka Lebaran tahun ini untuk mudik,” tutur Menko PMK. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X