• Selasa, 28 Juni 2022

Gunung Anak Krakatau Siaga, Menko PMK Pastikan Masih Aman Dilintasi Pemudik

- Jumat, 29 April 2022 | 07:18 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy tinjau kondisi Gunung Anak Krakatau dari udara.
Menko PMK Muhadjir Effendy tinjau kondisi Gunung Anak Krakatau dari udara.
 
 
SUARAKARYA.ID: Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, status Gunung Anak Krakatau  meningkat ke level III atau siaga, dari sebelumnya level II atau waspada. Kenaikan status level ini diambil karena aktivitas vulkanik gunung itu, hingga saat ini masih dalam periode erupsi dan guguran/longsoran.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, menyampaikan, kondisi dari Gunung Anak Krakatau sampai saat ini masih kondusif. 

"Tidak benar, isu yang menyatakan  Gunung Anak Krakatau  tengah gawat, " tegas Menko PMK, usai Hazard Asessment (Identifikasi Bahaya) bersama Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, serta Kepala PVMBG Hendra Gunawan  ke Pulau Gunung Anak Krakatau melalui udara, Kamis (28/4/2022). 
 
 
Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda, Provinsi Lampung, dikhawatirkan mengganggu aktivitas perjalanan masyarakat. Khususnya, para pemudik yang menyebrang menggunakan angkutan laut maupun angkutan udara.  
 
Hazard Asessment yang dilakukan dalam inspeksi gabungan melihat dari sisi bahaya primer maupun skunder di Pulau Gunung Anak Krakatau.
 
"Sepanjang pengamatan langsung di dekat Gn. Anak krakatau, sudah dipastikan kondisinya Insya Allah aman. Karena itu, kalau ada isu bahwa Anak Krakatau sedang gawat itu tidak benar," ujarnya. 
 
 
Menko PMK mengatakan, sampai saat ini kondisi sekitar Gunung Anak Krakatau masih aman untuk dilintasi oleh angkutan. Tapi, tidak mendekati wilayah Gunung Anak Krakatau setidaknya dalam radius 5 kilometer.
 
"Karena itu, mereka yang akan menyeberang dalam rangka mudik ini Insya Allah sambil berdoa, mudah-mudahan tidak akan ada aral melintang yang disebabkan aktivitas Anak Krakatau," tuturnya.
 
Dia menyampaikan, hal itu telah berdasarkan bukti ilmiah dari kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terbukti aman.
 
"Tentu saja kejadian di luar itu kita tidak bisa memastikan. Yang penting kalau kita lihat kasat mata dan berdasarkan bukti ilmiah itu masih aman," pungkasnya. 
 
 
Sebagai informasi, berdasarkan pengamatan kegempaan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Gunung Anak Krakatau telah terjadi satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 12 mm dan lama gempa 17 detik, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-10 mm, dominan 3 mm.
 
Secara umum aktivitas vulkanik seperti kegempaan, erupsi dan guguran/longsoran, sejak Senin (25/4/2022) cenderung melandai. Namun demikian, dalam posisi status Siaga (level 3) masih terdapat kemungkinan terjadi peningkatan aktivitas vulkanisme secara mendadak. Masyarakat juga diimbau tidak mendekati wilayah Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer. ***
 

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X