• Selasa, 28 Juni 2022

Arus Mudik, Jateng Siap Sambut 21,3 Juta Pemudik

- Minggu, 24 April 2022 | 04:55 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy.
Menko PMK Muhadjir Effendy.
 
SUARAKARYA.ID: Setelah 2 tahun mudik dilarang, tahun ini pemerintah memperbolehkan mudik di masa libur lebaran 2022. Arus mudik lebaran diprediksi akan membludak. Data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebanyak 85,5 juta pemudik akan kembali ke kampung halamannya.
 
Salah satu destinasi utama pelaku perjalanan mudik adalah Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Diperkirakan  sebesar 26,8 persen atau 21,3 juta orang akan menuju Jateng pada masa lebaran.
 
Untuk mengecek kesiapan Provinsi Jateng dalam menghadapi arus mudik lebaran, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan Rapat Koordinasi Kesiapan Dalam Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2022, di Kantor Pusat Jasa Marga Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Jateng, Sabtu (23/4/2022). 
 
 
Rapat Koordinasi diikuti pula Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, jajaran Forkopimda, jajaran Dinas Perhubungan, jajaran Kapolres seluruh Provinsi Jateng, serta stakeholder terkait.
 
Pada kesempatan itu, Kapolda Jareng Ahmad Luthfi melaporkan,  Polda Jateng akan menyiagakan personel di seluruh wilayah jalur mudik. Yakni di jalur Pantai Utara, di Jalur Selatan, jalur Pantai Selatan, jalur perbatasan, dan di 21 pos rest area di Provinsi Jateng
 
Luthfi menyampaikan, untuk pengamanan jalur mudik atau yang disebut Operasi Ketupat di Provinsi Jateng akan menyiagakan sekitar 11 ribu personal, dan sekitar 1000 personel tambahan dari TNI dan dinas terkait di 251 pos jaga. 
 
 
Polda Jateng juga akan menerapkan sistem one way serta ganjil genap, apabila arus mudik padat, serta akan ada tim urai, penyiapan truk tangki BBM di rest area yang tidak ada SPBU. Dan, menyiagakan SPBU mobile untuk meng-cover mereka yang kehabisan bahan bakar di jalan. 
 
"Rest area juga disiapkan dengan fasilitas yang sebaik mungkin, serta disediakan gerai vaksinasi untuk vaksin booster," ujar Kapolda Jateng.
 
Menanggapi laporan Kapolda Jateng, Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan, ada empat variabel yang perlu disiapkan dalam menghadapi arus mudik lebaran 2022.
 
"Pertama, tata kelola lalu lintas dan ketersediaan supply BBM dan distribusinya; Kedua, kondisi Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi baik dua dosis serta booster; Ketiga, ketersediaan bahan pokok dan penyaluran bansos; serta Keempat, kondisi yang tak terduga terkait bencana serta perilaku pemudik," terang Menko PMK.
 
 
Terkait tata kelola lalu lintas, Menko PMK mengapresiasi kesiapan dari Polda Jateng dalam menyiagakan mudik lebaran 2022. "Saya kira di Jawa Tengah ini sudah sangat siap dalam menyambut mudik lebaran tahun 2022."
 
Untuk mengantisipasi kepadatan pemudik di jalur utama dan jalur Pantai Utara (Pantura), Menko PMK juga minta agar pihak Polda Jateng mempromosikan jalur alternatif, yakni di jalur selatan dan jalur Pantai Selatan. 
 
Dia minta agar Polda Jateng menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan di jalur selatan. Hal ini juga sesuai dengan saran Presiden Joko Widodo agar memanfaatkan  Jalur Selatan untuk pulang ke kampung halaman.
 
 
"Ini saya mohon Pak Gubernur dan Pak Kapolda mengampanyekan. Terutama, mereka yang tinggal di daerah dan kota di wilayah selatan sebaiknya menggunakan jalur selatan," ujarnya.
 
Pengertian "disiapkan" ini, kata Menko Muhadjir, bukan hanya disiapkan jalan yang mulus, tetapi juga disiapkan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. Seperti rest area, warung kelontong, SPBU, dan kalau perlu juga ada jajanan dan makanan khas Jawa Tengah di rest area.
 
"Ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya Bapak Gubernur bagaimana kampanye sekaligus disiapkan, juga diming-imingilah (masyarakat) untuk mau lewat jalur selatan," tuturnya.
 
 
Menko PMK mengatakan, masyarakat yang mudik ke kampung halaman memiliki niat untuk bergembira bersama keluarga dan sanak saudara. Untuk itu, persiapan tata kelola lalu lintas dan fasilitas-fasilitas yang diperlukan harus dimaksimalkan.
 
"Mereka yang mudik ini niatnya untuk bergembira dengan aman dan sehat," pungkas Menko PMK.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

X