• Selasa, 28 Juni 2022

Tengok Kemiskinan Ekstrem, Menko PMK Langsung Atasi Lewat Skema Bansos Dan Rumah Layak Huni

- Senin, 18 April 2022 | 04:06 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua dari kiri) berdialog dengan warga.
Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua dari kiri) berdialog dengan warga.
 
SUARAKARYA.ID: Tanah berlumpur serta genangan kubangan air, mewarnai kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, saat berkunjung di Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/4/2022). 
 
Kondisi itu disebabkan banjir rob yang selalu terjadi, di permukiman miskin ekstrem, di kawasan Kelurahan Belawan Bahari. Kampung yang menjadi langganan banjir rob, tiap air laut  pasang. 
 
Menko PMK  mengatakan, persoalan banjir rob di Kelurahan Belawan Bahari ini harus bisa diselesaikan. Dia berujar akan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk membangun kawasan yang lebih layak huni dan tidak terus-terusan digenangi banjir rob.
 
 
Saat melakukan peninjauan itu, dia didampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, serta Wali Kota Medan Bobby Nasution. 
 
"Mudah-mudahan bisa kita lakukan secara sistemik. Sehingga, persoalan air naik ke perkampungan ini bisa diatasi," ujarnya. 
 
Menko PMK berjanji akan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, serta kementerian terkait. Seperti Kementerian PUPR dan Kemenkes, terutama untuk sanitasi lingkungan. 
 
Untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, imbuhnya, memang perlu pendekatan lingkungan selain dengan bansos
 
 
Pada kesempatan itu, Menko PMK menemukan keadaan rumah-rumah warga di Kelurahan Belawan Bahari cukup memprihatinkan. Kebanyakan masih berstruktur kayu yang reot, dibangun berbentuk rumah panggung. 
 
Di atas tanah tergenang air dan dikelilingi sampah-sampah yang berserakan. Selain itu, juga banyak ditemukan warga yang memiliki masalah-masalah kesehatan di kampung itu.
 
Melihat kondisi itu, Menko PMK menyebut Kampung Belawan Bahari sebagai kawasan permukiman miskin ekstrem, yang merupakan kemiskinan absolut dengan banyak faktor. 
 
Untuk membantu menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem ini. Dia minta agar penyaluran bansos berbagai skema, dapat disalurkan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan. 
 
 
Menko PMK juga minta agar masing-masing keluarga harus dipastikan memiliki BPJS Kesehatan, serta anak-anak sekolah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).
 
"Di sini bansos berjalan dengan baik. Hanya perlu dirapihkan dan disempurnakan, misalnya soal penerima PKH. Secara distribusi saya kira 90 persen sudah mendapatkan bansos. Ini suatu hal yang bagus karena di beberapa tempat masih belum merata," jelasnya.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

X