• Rabu, 17 Agustus 2022

Kabupaten Banyuasin Peroleh Penghargaan MKK Dan Raih Predikat Kota Layak Anak

- Rabu, 13 April 2022 | 02:18 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K)
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K)
 
SUARAKARYA.ID: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) mengapresiasi atas partisipasi Kabupaten Banyuasin dan DPRD beserta jajaran, yang telah bekerja sama dan memberikan perhatian kepada masyarakat Banyuasin melalui program-program pemberdayaan masyarakat dan Kesehatan.
 
Hal itu dikemukakannya, pada Rapat Paripurna dan Penyerahan Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) kepada Bupati Banyuasin dan Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin, di Gedung DPRD  Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (11/4/2022). 
 
Pada  acara dalam rangkaian peringatan HUT Kabupaten Banyuasin ke-XX Tahun 2022 itu, juga diserahkan Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Peringkat Pratama Tahun 2021 dan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE), dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kementerian PPPA RI) ke Kabupaten Banyuasin. 
 
 
"Merupakan kebanggaan bagi kami, diberi kesempatan berbicara di Rapat Paripurna Istimewa ini. Untuk membangun komunikasi dan informasi, bersinergi dan bekerja sama Bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," tutur dokter Hasto.
 
Dia menerangkan, BKKBN telah membuat Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN PASTI). Dalam RAN PASTI mengatur koordinasi, dan kesepahaman tentang mekanisme tata kerja, pemantauan, pelaporan, evaluasi dan skenario pendanaan stunting di daerah. 
 
Dokter Hasto juga minta kepada Pemerintah Daerah, khususnya Pemda Banyuasin agar dapat memaksimalkan Dana BOKB yang ada di Kantor OPD KB Banyuasin.
 
"Marilah kita bekerja sama untuk mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat Banyuasin dan Sumatera Selatan. Untuk kemajuan sumberdaya manusia (SFM) yang sehat dan berkualitas demi Indonesia Emas 2045,"  ujar dokter Hasto.
 
 
Di bagian lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Republik Indonesia (PPPA RI) I Gusti Ayu Bintang Darmawati SE MSi menyatakan, kemajuan dan kesejahteraan bangsa tidak akan tercapai, tanpa mengedepankan pembangunan bagi perempuan dan anak
 
Data populasi tahun 2020, dari penduduk Indonesia yang berjumlah 270,3 juta jiwa, penduduk perempuan mengisi hampir setengah dan anak mengisi satu per tiganya. Begitu pula di Kabupaten Banyuasin, berdasarkan data BPS (2022), tahun 2021 dari 843.871 penduduknya, sebesar 410.695 (atau 48,67 persen) adalah perempuan, serta 296.245 (atau 35,1 persen) adalah anak-anak. 
 
"Karenanya, tidak berlebihan jika kita memprioritaskan dan memberikan perhatian khusus terhadap perempuan dan anak," ujarnya. 
 
 
Pada kesempatan itu, Menteri Bintang juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan  Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin. 
 
"Sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah di tingkat daerah yang telah menerapkan upaya-upaya baik dan sumbangsih nyata, dalam pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender, pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, serta perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan," tutur Menteri Bintang
 
Untuk itu, Kemen PPPA  menyerahkan berbagai bentuk penghargaan, yang tentunya sangat layak diterima  jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin. Yaitu Penghargaan Kabupaten Layak Anak Peringkat Pratama tahun 2021 dan Penghargaan Anugerah Prahita Ekapraya Peringkat Pratama tahun 2020.***
 
 
 
 
 
 
 

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Khasiat Buah Kecapi yang Sudah Langka di Jakarta

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:49 WIB
X