• Sabtu, 13 Agustus 2022

Cegah Stunting Penting, Tapi Tetap Perlu Injak Gas Sukseskan Program Bangga Kencana

- Kamis, 7 April 2022 | 19:07 WIB
Pengambilan sumpah saat pelantikan.
Pengambilan sumpah saat pelantikan.
 
SUARAKARYA.ID: Seperti diketahui, dengan  diundangkannya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditetapkan menjadi ketua tim pelaksanaan percepatan penurunan stunting
 
"Namun, kita tidak boleh melupakan tugas utama BKKBN. Yaitu Pembangunan Keluarga yang berkualitas, yang di dalamnya memang sangat lekat dengan pengendalian pertumbuhan penduduk yang seimbang," tutur Kepala BKKBN DR (HC) dr Hasto Wardoyo Sp OG (K), saat acara pelantikan di kantor BKKBN, Jakarta, Kamis (7/4/2022). 
 
Pada kesempatan itu, dilantik Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional (Penyuluh KB Ahli Utama, Analis Kepegawaian Ahli Pertama, Auditor Kepegawaian Ahli Pertama, Assessor SDM Aparatur Ahli Pertama, dan Pranata Komputer Terampil) di lingkungan BKKBN.
 
 
Dikemukakannya, fungsi untuk pengendalian penduduk, pengendalian kelahiran, serta penjarangan kelahiran tidak boleh dilupakan. "Karena itu, menjadi tugas utama kita didalam program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana)," jelas Hasto.
 
Dia menyatakan, dibandingkan pelayanan kontrasepsi di awal tahun 2021 di pre-semester pertama, dibandingkan dengan pre-semester pertama diawal tahun 2022 mengalami sedikit penurunan sekitar 2 persen. 
 
Padahal, waktu itu _pandemic_ masih lebih menakutkan dibandingkan sekarang. Karenanya, dia mengingatkan jangan terlena dalam penanganan stunting
 
 
"Laku, kita melupakan tugas utama kita, saya selalu sampaikan mulut saya selalu teriak stunting, tangan saya membawa bendera stunting. Tapi, kaki saya menginjak gas untuk pelayanan kontrasepsi dan anda boleh cek di anggaran," tuturnya. 
 
Dikatakannya, seperti apa anggaran yang ditingkatkan untuk pelayanan susuk, untuk pelayanan IUD, untuk membagi pil, untuk mengadakan alat kontrasepsi, untuk memberikan intensif pada bidannya pada profidernya. Untuk memberikan uang saku kepada aseptornya khususnya yang vasektomi dan tubektomi jauh ditingkatkan. 
 
Pada kesempatan ini dilantik Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional sebanyak 19 orang. Yakni  (1) Ir Siti Fathonah MPH sebagai Penyuluh KB Ahli Utama; (2) dr Irma Ardiana MAPS sebagai Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak; (3) 3 orang Analis Kepegawaian Ahli Pertama; (4)  5 orang Auditor Kepegawaian Ahli Pertama; (5) 6 orang Assessor SDM Aparatur Ahli Pertama; dan (6) 3 orang Pranata Komputer Terampil di lingkungan BKKBN.***
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Terkini

X