• Selasa, 9 Agustus 2022

BSU Hadir Lagi, Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Dan Ringankan Beban Pengeluaran Pekerja

- Rabu, 6 April 2022 | 16:53 WIB
Menaker Ida Fauziyah.
Menaker Ida Fauziyah.
 
 
 
SUARAKARYA.ID: Dalam rangka memberikan pelindungan bagi para pekerja/ buruh, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi, Pemerintah kembali mengucurkan Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah (BSU) bagi pekerja/ buruh di tahun 2022. 
 
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, menyatakan, tren kasus positif maupun angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah mengalami penurunan secara signifikan. Meski begitu, dampak ekonomi dari pandemi masih terasa. 

"Tujuan dari BSU, selain melindungi dan mempertahankan kemampuan ekonomi pekerja/ buruh, juga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Sehingga, mengungkit pertumbuhan ekonomi," kata Menaker, lewat Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, di Jakarta, Rabu (6/4/2022). 
 
 
Di sisi lain, adanya konflik antara Rusia dan Ukraina, serta dinamika politik global, tidak dapat dipungkiri telah menekan laju pemulihan ekonomi global, serta berimbas pada inflasi global. Kenaikan harga-harga komoditas dan energi tentu memberikan tekanan bagi pemulihan ekonomi nasional. Hal itu sangat berpengaruh pada kondisi ketenagakerjaan. 
 
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengelola BSU pada 2020 dan 2021, dengan beberapa ketentuan kriteria penerima dan jumlah bantuan yang diberikan. BSU 2020 difokuskan pada pekerja/ buruh yang memiliki upah di bawah Rp5 juta. 
 
Pada 2021, BSU menyasar pekerja/ buruh yang terdampak kebijakan PPKM level 3 dan 4, serta memiliki upah di bawah Rp3,5 juta, atau jika daerah itu upah minimum nya lebih dari Rp3,5 juta. Maka, menggunakan batasan upah minimum yang berlaku. 
 
 
Adapun di tahun 2022 ini, jelas Menaker, kriteria penerima BSU sementara didesain untuk pekerja/ buruh yang memiliki upah di bawah Rp3,5 juta. Basis data penerima BSU juga masih menggunakan data pekerja/buruh peserta BPJS Kenagakerjaan. 
 
"Pemerintah mengalokasikan anggaran BSU 2022 sebesar Rp8,8 triliun dengan alokasi bantuan per penerima sebesar Rp1 juta. Adapun rincian terhadap kriteria dan mekanisme BSU 2022 ini sedang digodok oleh Kementerian Ketenagakerjaan," jelasnya. 
 
Saat ini, Kemnaker setidaknya tengah mempersiapakan seluruh instrumen kebijakan pelaksanaan BSU 2022. Hal ini, dilaksanakan untuk memastikan program ini dapat dijalankan dengan cepat, tepat, akurat, dan akuntabel. 
 
 
Menaker menjelaskan, cepat dimaksudkan agar BSU dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja/ buruh. Tepat bermakna sesuai dengan sasaran penerima, serta sesuai dengan persyaratan dan ketentuan. 
 
"Sedangkan akurat didasarkan pada data yang bisa dipertanggungjawabkan, dan akuntabel sesuai dengan tata kelola yang benar," ujarnya. 
 
Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan beberapa hal, antara lain merampungkan regulasi teknis BSU 2020, mengajukan dan merevisi anggaran bersama Kemenkeu. 
 
"Serta yang tidak kalah penting adalah mereviu data calon penerima BSU 2022 bersama BPJS Ketenagakerjaan, dan berkoordinasi dengan pihak Himbara selaku Bank Penyalur," tuturnya. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

Puasa Tasua dan Asyura, Ini Keutamaannya

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 7 Agustus 2022 | 06:54 WIB
X