• Minggu, 26 Juni 2022

Perpustakaan Semesta, Perpustakaan Harus Mampu Jangkau Yang Sekolah Dan Tak Sekolah

- Rabu, 30 Maret 2022 | 16:24 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy
 
SUARAKARYA.ID: Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan. 
 
Berdasarkan definisi UU 43/2007 tentang Perpustakaan, perpustakaan merupakan salah satu tempat untuk mendapatkan koleksi buku-buku. Yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas sebagai sumber pembelajaran dan memperoleh ilmu pengetahuan.
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2022, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (29/3/2022) menyatakan, keberadaan perpustakaan harus dapat menjangkau dan dijangkau seluruh masyarakat semesta tanpa terkecuali.
 
"Sehingga, baik mereka yang sedang bersekolah tidak bersekolah, yang bekerja, itu betul-betul memanfaatkan perpustakaan yang tersedia untuk kepentingan yang lebih produktif," tuturnya. 
 
 
Untuk dapat menjangkau masyarakat, ujar Menko PMK, perpustakaan harus bisa beradaptasi dan membangun ekosistem digital. Terutama untuk Perpustakaan Nasional, menjadi sangat penting untuk mendorong peralihan menuju digitalisasi. 
 
"Sebetulnya ini bukan suatu pilihan, tapi suatu keharusan untuk perpustakaan kita menuju ekosistem digital. Dan Perpustakaan Nasional itu  menjadi induk atau pusat dari jaringan perpustakaan seluruh Indonesia. Baik yang ada di sekolah, pemrintah daerah, serta yang ada di komunitas," ungkap Menko PMK.
 
Selain perubahan menuju digitalisasi, ungkapnya, indikator keberhasilan perpustakaan dalam menjangkau masyarakat juga harus diubah.  Menko PMK menyatakan, perpustakaan tidak diukur dari seberapa banyak pengunjung yang datang, banyaknya koleksi, peminjaman buku, atau akes terhadap sumber bacaan. 
 
"Tetapi yang lebih penting setelah dia itu datang ke perpustakaan apa produk hasil output dari yang bersangkutan. Jangan sampai hanya sekedar baca setelah itu tidak ada hasil yang bisa diukur," ujarnya. 
 
 
Seperti diketahui, Perpustakaan Nasional adalah termasuk lembaga di bawah koordinasi Menko PMK. Karenanya, perpustakaan juga harus bisa memperluas jangkauan masyarakat hingga tingkat terkecil. Tidak hanya ditingkat Kelurahan atau Desa, tetapi perpustakaan harus bisa menjangkau sampai tingkat RT/RW.
 
"Kalau bisa bukan lagi mereka yang datang ke perpustakaan, tetapi perpustakaanlah yang mendatangi mereka yang membutuhkan. Karena itu, perpustakaan mobil ini juga menjadi tujuan dari kita. Saya kira di Perpusnas juga sudah ada paket perpustakaan bergerak," terangnya. 
 
Dalam kesempatan itu, Kepala Perpustakaan Nasional M Syarif Bando menyampaikan, Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2022 yang mengangkat tema "Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional" merupakan perwujudan dari arahan Presiden bahwa transformasi harus dipercepat.
 
"Ini juga merupakan strategi untuk mempercepat terjangkaunya masyarakat di luar dari informasi-informasi dari koleksi yang kita sediakan, dan ini lebih mempermudah karena mensiasati keterbatasan karya cetak," tuturnya.***
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

ITS Kerja Sama Bisnis, Wacanakan Marketplace Medis

Minggu, 19 Juni 2022 | 14:38 WIB

SIG Berangkatkan 113 Jemaah Haji Asal Gresik

Kamis, 16 Juni 2022 | 10:14 WIB
X