• Senin, 27 Juni 2022

Ambassador Talks, BKKBN Ajak Para Duta Besar Tinjau Kampung KB

- Jumat, 25 Maret 2022 | 23:47 WIB
Para peserta Ambassador Talk diajak meninjau Kampung KB.
Para peserta Ambassador Talk diajak meninjau Kampung KB.
 
 
SUARAKARYA.ID: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berupaya menggali peluang kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak. Dalam program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), serta upaya penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia.
 
BKKBN sejak tahun 2021 secara rutin menyelenggarakan acara diskusi Ambassador Talks, dengan mengundang para Duta Besar dari beberapa Negara. Kegiatan ini untuk sharing pengalaman dan strategi dari negara-negara yang telah berhasil mengatasi stunting," terang Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Prof Rizal M Damanik, saat melakukan kunjungan kerja di  Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (24/3/2022). 
 
Kemudian, lanjutnya, BKKBN  menggali peluang kolaborasi, untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia. Sekaligus, menggalang kemitraan dan dukungan asing, dan mensosialisasikan program Bangga Kencana di tingkat internasional. 
 
Prof  Damanik menyatakan, sebagai tindak lanjut dari kegiatan Ambassador Talks dan sebagai upaya mengakomodir para mitra asing, untuk melihat program secara langsung di tingkat desa. Maka, BKKBN menginisiasi sebuah kegiatan yang disebut Ambassador Goes to Kampung KB, Sumpang Bita, Kelurahan Balocci Baru, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
 
 
Hadir dalam kegiatan itu, mitra Kedutaan Besar Negara-negara sahabat, yakni Australia, Belanda, Jepang, Kanada, Filipina, Mozambik dan Seychelles, serta lembaga-lembaga donor internasional yaitu UNFPA dan WHO.  BKKBN dan UNFPA sudah lama bekerja sama dalam program Kependudukan dan Keluarga Berencana. 
 
Lalu,  dengan Filipina melalui Commission on Population and Development atau Popcom. Dan juga, telah menjalin kerja sama dengan Seychelles dalam pembentukan Center of Excellent on Family Welfare.
 
Lebih lanjut diungkapkannya, Kampung KB dapat menjadi sarana best practice Indonesia dalam mengatasi permasalahan kependudukan dan kesehatan di tingkat desa. Yang dapat direplikasi di negara berkembang lainnya, yang memiliki masalah serupa. 
 
"Memberikan gambaran yang mendalam, tentang bagaimana program dan kegiatan, dapat diimplementasikan di berbagai kondisi," tuturnya. 
 
 
Sementara, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau menjelaskan, sampai saat ini di Pangkep ada sedikitnya 51 Kampung KB yang tersebar di seluruh Kecamatan. 
 
"Kami melihat perkembangan Kampung KB yang ada sangat bermanfaat untuk masyarakat, diharapkan dengan adanya hal ini dapat juga meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya. 
 
Sehingga, masyarakat bisa memberikan gizi yang baik untuk anak-anak, dan bisa dilakukan penyuluhan untuk remaja, calon pengantin. Agar nantinya dapat melahirkan generasi yang tidak stunting. 
 
Seperti diketahui, Kampung KB Sumpang Bita, berada di kawasan wisata Kelurahan Balocci Baru, dibentuk sejak Desember 2021. Jumlah penduduknya 3.703 jiwa dengan sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani kebun. 
 
 
Kegiatan Kampung KB yang telah dilaksanakan di antaranya  Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Rumah data kependudukan, serta Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)
 
Di bagian lain, Mrs Bronwyn Robbins, Australian Consul General in Makassar menyampaikan, rasa senangnya dapat melihat secara langsung inovasi yang telah dilakukan BKKBN, terkait penurunan angka kematian Ibu dan bayi, stunting dan peningkatan pendapatan masyarakat, serta pendekatan proaktif BKKBN dengan mitra-mitra. ***
 

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X