• Minggu, 3 Juli 2022

Wapres: Indonesia Manfaatkan Tata Kelola Air Bersih Yang Cukup Dan Berkelanjutan

- Rabu, 16 Maret 2022 | 00:08 WIB
Wapres Maruf Amin berpose di pertemuan AIWW 2022 Labuan Bajo. (Dok Kantor Wapres RI.)
Wapres Maruf Amin berpose di pertemuan AIWW 2022 Labuan Bajo. (Dok Kantor Wapres RI.)

 

SUARAKARYA.ID: Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat memanfaatkan tata kelola air bersih yang cukup dan berkelanjutan. Masalahnya, rendahnya akses terhadap infrastruktur dasar yang meliputi air bersih, sanitasi, dan listrik, sangat berkorelasi pada tiga program prioritas Pemerintah Indonesia, yaitu penghapusan kemiskinan ekstrem, pembangunan SDM unggul, dan penurunan angka stunting.

“Kita memiliki visi yang sama, yaitu tersedianya air bersih yang cukup dan berkelanjutan untuk semua. Untuk itu, Indonesia terus berupaya untuk mengelola pemanfaatan air secara berkelanjutan,” tegas Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin ketika membuka The 2nd Asia International Water Week (AIWW) di Komodo Ballroom, Hotel Meruorah Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (14/03/2022).

Terkait kemiskinan ekstrem, Wapres menjelaskan, akses di wilayah-wilayah tersebut terhadap air bersih sangat rendah. “Dari 35 kabupaten di Indonesia dengan kemiskinan ekstrem pada 2021, seluruhnya ditandai dengan fakta adanya penduduk yang tidak memiliki akses air minum layak. Angkanya berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 97,21 persen,” ungkap Wapres.

Baca Juga: Airlangga Sebut Indonesia Miliki Potensi Pendapatan Rp 8 Ribu Triliun dari Perdagangan Karbon

Sementara terkait SDM unggul, Wapres menekankan bahwa akses terhadap air bersih serta sanitasi yang layak juga menjadi faktor kunci penentu kualitas kesehatan seseorang. “Kesehatan prima dan pendidikan berkualitas adalah prasyarat utama SDM unggul yang saat ini juga menjadi prioritas Pemerintah Indonesia,” ucapnya.

Sedangkan upaya penurunan prevalensi stunting, menurut Wapres, juga sangat terkait dengan tersedianya sanitasi dan air bersih yang memadai. Sebab, air bersih dan sanitasi yang baik mengurangi banyak penyakit bagi ibu hamil, bayi dan balita.

“Ketiadaan sanitasi dan air bersih mengakibatkan bayi rentan terhadap berbagai penyakit. Padahal 1000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kualitas fase-fase kehidupan berikutnya. Penyediaan air bersih menjadi salah satu intervensi yang dapat berkontribusi sebesar 70 persen terhadap pencegahan stunting,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Wapres RI.

Lebih jauh Wapres mengungkapkan, pandemi Covid-19 berdampak pula terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih. “Menurut studi terbaru Indonesia Water Institute, pada akhir tahun 2020 konsumsi air bersih selama pandemi Covid-19 meningkat 3 kali lipat dibandingkan sebelum pandemi, dengan total konsumsi air rumah tangga mencapai 900 hingga 1.400 liter per hari,” ujarnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Tegaskan, Peran TNI Dibutuhkan Secara Lebih Luas Untuk Mendukung Kebijakan Pemerintah

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: wapresri.go.id

Tags

Terkini

X