• Sabtu, 13 Agustus 2022

Kasus Omicron Melonjak, Menkes Pastikan Yang Masuk RS dan Wafat Masih Terkendali

- Selasa, 8 Februari 2022 | 14:54 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)

JAKARTA: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan terdapat tiga provinsi yang kenaikan jumlah kasus positifnya telah melampaui jumlah kasus Covid-19 pada gelombang varian Delta yang lalu. Ketiga provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Banten, dan Bali.

Menkes Budi menyebutkan, konfirmasi harian Omicron di DKI Jakarta pada 6 Februari yang menyentuh kisaran angka ini 15.800 kasus, sementara puncak tertinggi saat varian Delta hanya 14.600 kasus.

“Ketiga provinsi yang jumlah kasus hariannya sudah melebihi dari puncak Delta tersebut, angka yang dirawat di rumah sakit masih di sekitar 30 persenan sampai 50 persenan," ujar Menkes usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui konferensi video, Senin (7/2/2022).

Baca Juga: Tabuh Genderang Perang Lawan Omicron, Pemerintah Sesuaikan Aturan PPKM Level 3

Secara khusus Menkes Budi mengimbau masyarakat untuk tidak panik melihat laporan jumlah kasus Covid-19 terus naik signifikan.

"Karena, memang yang lebih penting, yaitu yang masuk rumah sakit dan (yang) wafat itu jauh lebih rendah dan masih bisa terkendali,” ungkap Budi pula dalam tayangan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Terkait tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR), Menkes mengatakan bahwa per tanggal 6 Februari dari 120 ribu tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid-19 baru terisi sebesar 
18.966 tempat tidur. Sebanyak 15.292 pasien atau 81 persen pasien terkonfirmasi Covid-19 dan sebanyak 3.674 pasien atau 19 persen adalah suspek atau pobable Covid-19.

Baca Juga: Hati-Hati, Kasus Omicron Bisa Terus Melonjak Sampai Akhir Februari

“Dari 15 ribu (pasien Covid-19), itu 10 ribu itu masih OTG (orang tanpa gejala) dan ringan. Jadi sebenarnya ke depannya kalau kita lebih efisien dengan cara yang OTG dan ringan itu bisa isolasi mandiri atau isolasi terpusat, sebenarnya keterisian rumah sakit kita itu masih sangat rendah, masih sangat rendah,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X