• Selasa, 16 Agustus 2022

Stunting Berbahaya, Pencegahannya Perlu Penanganan Serius Sejak Ibu Hamil

- Rabu, 26 Januari 2022 | 20:10 WIB
Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo (kiri), secara simbolik memberi vitamin pada ibu hamil guna mencegah stunting.
Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo (kiri), secara simbolik memberi vitamin pada ibu hamil guna mencegah stunting.
 
LEBAK: “Stunting itu bahaya dan tidak dapat disembuhkan jika pasca 1000 hari pertama kehidupan (HPK), atau sejak hari pertama ibu hamil hingga anak terlahir sampai berusia dua tahun tidak diberi asupan gizi yang baik. Guna pencegahan stunting, Ibu hamil harus makan makanan bergizi, anak 6 bulan pertama harus diberi ASI tanpa makanan tambahan," terang Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DR. (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K). 
 
Hal itu dikemukakannya, 
dalam kegiatan Penggarapan Pencegahan Stunting di Kampung KB dan Peluncuran Pil KB bagi Ibu Menyusui, yang dilaksanakan di Kecamatan Sindangsari, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (25/1/2022). 
 
“Pil KB bagi ibu menyusui diluncurkan, agar ibu sukses saat menyusui bayinya, kalau kata ulama menyusui 30 bulan, dalam Islam menyusui 24 bulan sudah baik sekali, kalau menyusui 2 tahun dengan konsumsi Pil KB bagi Ibu menyusui, maka jarak anak 2 tahun cukup untuk hamil lagi, pil tidak menimbulkan jerawat, baik juga untuk ibu karena otak ibu menyusui mengeluarkan prolactin," ungkapnya menambahkan
 
Hasto kembali menyatakan, bahaya stunting karenanya mencegah stunting itu penting. Karena, anak stunting nanti tidak akan bisa bersaing dalam akademik. Anak ketika dewasa nanti akan rawan sakit-sakitan dan postur badan pasti pendek. 

Dia menerangkan, pihaknya menyiapkan tim pendamping keluarga yang terdiri dari Bidan, Kader KB, serta Kader PKK, yang akan mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang mempunyai anak di bawah dua tahun, di tingkat desa yang jumlahnya 200.000 tim untuk seluruh Indonesia. 
 
Di bagian lain, Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi mengungkapkan, awalnya stunting dianggap penyakit yang menyebabkan anak bertubuh pendek. Tapi, sekarang tidak lagi karena semua sudah dapat memahami stunting secara keseluruhan. 
 
Ade menambahkan, pihaknya akan membuat rencana aksi, yang diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Lebak, dalam menangani persoalan gizi menyasar ke anak muda yang akan menjadi orang tua, PUS, ibu hamil dan menyusui, juga bayi untuk mencegah stunting.
 
"Dimulai dari yang mau menikah diberi pendampingan, yang hamil diedukasi dan saat melahirkan diberikan pendampingan dengan cara penyediaan posyandu di RW setempat," terangnya. 
 
Seperti diketahui, Kabupaten Lebak-Banten merupakan daerah yang masih memiliki permasalahan stunting atau gizi kronis bagi anak. Sekitar 20 persen dari 60 ribu anak, masih mengalami stunting. Sedangkan Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan jajarannya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang dari angka saat ini yang masih 24,4 persen.
 
Pada kegiatan yang sama diserahkan juga beras protifit, makanan tambahan balita, bantuan makanan ibu hamil, bantuan untuk UPPKA dan peresmian Gedung baru Perwakilan BKKBN Provinsi Banten.*** 
 
 

Editor: Budi Seno P Santo

Terkini

Khasiat Buah Kecapi yang Sudah Langka di Jakarta

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:49 WIB
X