• Kamis, 26 Mei 2022

5 Organisasi Profesi Surati 4 Menteri Minta Evaluasi PTM Setelah Omicron Meningkat

- Senin, 24 Januari 2022 | 06:31 WIB
Seiring dengan meningkatnya omicron, pemerintah diminta evaluasi PTM (kominfo) (covid19.go.id)
Seiring dengan meningkatnya omicron, pemerintah diminta evaluasi PTM (kominfo) (covid19.go.id)

SUARAKARYA.ID: Pemerintah diminta untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen seiring dengan meningkatnya kasus terpapar varian Omicron.

Lima organisasi profesi medis yaitu Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Indonesia Intensif Indonesia (PERDATIN), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta pemerintah untuk mengevaluasi proses PTM 100 persen pada kelompok usia kurang dari 11 tahun.

Hal ini berdasarkan sejumlah pertimbangan diantaranya, kepatuhan anak-anak usia 11 tahun ke bawah terhadap protokol kesehatan masih belum 100 persen, dan belum tersedianya atau belum lengkapnya vaksinasi anak-anak usia kurang dari 11 tahun.

"Laporan dari beberapa negara, proporsi anak yang dirawat akibat infeksi COVID-19 varian Omicron lebih banyak dibandingkan varian-varian sebelumnya," kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Apalagi, lanjut dia, juga telah dilaporkan transmisi lokal varian Omicron di Indonesia, bahkan sudah ada kasus meninggal karena Omicron.

Masih seperti dipantau pada media antaranews.com,  Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI) Isman Firdaus mengatakan, anak berpotensi mengalami komplikasi berat, yaitu multisystem inflammatory syndrome in children associated with COVID-19 (MIS-C) dan komplikasi long COVID-19 lainnya sebagaimana dewasa yang akan berdampak pada kinerja dan kesehatan organ tubuh lainnya.

Maka berdasarkan sejumlah pertimbangan-pertimbangan, lima organisasi profesi medis mengusulkan, anak-anak dan keluarga tetap diperbolehkan untuk memilih pembelajaran tatap muka atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) berdasarkan kondisi dan profil risiko masing-masing keluarga.

Selain itu, anak-anak yang memiliki komorbid diimbau untuk memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter yang menangani penyakitnya. Anak-anak yang sudah melengkapi imunisasi COVID-19 dan cakap dalam melaksanakan protokol kesehatan dapat mengikuti PTM.

 Dan, mekanisme kontrol dan buka tutup sekolah seyogyanya dilakukan secara transparan untuk memberikan keamanan publik. 

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Artikel Terkait

Terkini

Konsumsi Makanan Ini Bisa Tingkatkan Libido Anda

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:03 WIB

UWKS Mulai Berani Gelar Wisuda Secara Luring

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:28 WIB
X