• Selasa, 25 Januari 2022

Kepala BKKBN: 4 Terlalu Kunci Pencegahan Stunting

- Jumat, 3 Desember 2021 | 14:13 WIB
Kepala BKKBN  dr Hasto Wardoyo SP OG(K).(foto,ist)
Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo SP OG(K).(foto,ist)

AMBON: Kami dengan Juang Kencana sebetulnya bukan mitra, Juang Kencana adalah keluarga besar BKKBN, beliau berjasa jauh lebih dulu. Karenanya, kita harus selalu mengikuti juga meneladani, yang sudah diberikan Juang Kencana.

Demikian diterangkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo pada saat Pengukuhan Juang Kencana Maluku dan Workshop Pengelolaan Data Parameter Kependudukan, di Ambon, Maluku, Kamis (2/12/2021).

Untuk mencegah stunting, lanjutnya, kuncinya 4T, yakni Tidak terlalu muda nikahnya, Tidak terlalu tua hamilnya (tidak lebih dari 35 tahun), Tidak terlalu banyak anaknya (2 anak lebih sehat), serta Tidak terlalu sering melahirkan.

"Untuk mencegah stunting saya kira kuncinya adalah suksesnya program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana). Karena itu, begitu kelahiran didorong untuk segera KB pascapersalinan," tuturnya.

Terkait masalah kemitraan dan kerja sama dengan Juang Kencana, peran Juang Kencana luar biasa. Untuk mendorong semua keluarga lebih baik.

"Penting sekali kehadiran informasi di pelosok-pelosok dan massive information system, yang harus kita bangun dalam rangka penurunan stunting dan suksesnya program Bangga Kencana. Itu menjadi salah satu pilar dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 yang baru ditandatangani Presiden 5 Agustus," jelas Hasto.

Dikemukakan Kepala BKKBN, pentingnya kerja sama dengan media, medsos, wartawan semuanya. Pemerintah tentu bekerja sama dengan swasta dan masyarakat, perguruan tinggi, media, serta LSM di tengah masyarakat. Parameter kependudukan kalau 4 Terlalu itu bisa dihindari.

BKKBN meluncurkan program bernama Recording Reporting System Pencatatan BKKBN, untuk kalau bisa 3 bulan sebelum menikah sudah diperiksa dan pemeriksaannya sederhana saja. Hanya lingkar lengan atas, berat badan, tinggi badan, HB.

"Periksanya bukan ke BKKBN tapi ke puskesmas maupun ke dokter-dokter terdekat," terangnya.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

X