• Selasa, 25 Januari 2022

Data Tak Sinkron, Keluarga Mampu Masih Tetap Menerima Bansos

- Kamis, 2 Desember 2021 | 14:28 WIB
Taj Yasin dalam rakor pengentasan kemiskinan. (Istimewa)
Taj Yasin dalam rakor pengentasan kemiskinan. (Istimewa)

SEMARANG: Masih terjadi kekacauan data penerima bantuan sosial (bansos) antara pemerintah pusat dengan daerah. Akibatnya, warga mampu yang semestinya tidak berhak mendapatkan bantuan, masih saja terima jatah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengingatkan, supaya data bisa menjadi rapi, seluruh Camat dan Kades, khususnya di Kabupaten Banjarnegara, Banyumas dan Kebumen, diminta segera memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Hal itu disampaikan saat mengikuti rapat koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Penyelesaian Sambungan Listrik Bagi Rumah Tangga Kurang Mampu di Kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan Kebumen, di Hotel Grand Kanaya, Banyumas, Rabu (1/12/2021).

"Bagaimana kita bisa membantu kalau datanya tidak valid? Karena itu saya minta Camat dan Kades, terus perbarui datanya," kata Taj Yasin.

Dia menambahkan, setelah melakukan verifikasi dan validasi, data tersebut harus dimasukkan ke aplikasi yang telah disediakan. Dengan demikian, input data akan menekan perbedaan data antara daerah dengan pusat.

"Caranya, input data sendiri di aplikasi. Minta orang IT melakukannya. Nanti Camat, didampingi semua Kadesnya. Kalau perlu dikeroyok bareng-bareng input datanya, biar bisa saling evaluasi lagi. Supaya bisa lebih cepat," tandasnya.

Kepala Desa Sokaraja, Banyumas, Jamhar, mengaku kalau data yang dia peroleh dari pusat keliru. Saat menerima data tersebut, dia melakukan kroscek dan ternyata nama-nama yang ada di dalam data tersebut sebagian termasuk orang mampu.

"Data dari pusat yang masuk ke Desa kami itu istilahnya sudah mampu. Saya sebagai Kepala Desa bingung," kata Jamhar.

Jamhar menambahkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Wagub. Awalnya dia mengaku kebingungan bagaimana caranya memperbaiki data yang dia peroleh dari pusat.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

X