• Selasa, 25 Januari 2022

DASHAT Hadir Di DIY, BKKBN Optimis Capai Zero Stunting

- Rabu, 1 Desember 2021 | 19:34 WIB
Launching DASHAT Yogyakarta. (foto, ist)
Launching DASHAT Yogyakarta. (foto, ist)

JAKARTA: Pembangunan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) tentu menindaklanjuti spirit dari arahan Presiden Joko Widodo, terkait percepatan penurunan stunting menuju angka 14 persen di tahun 2024.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, pada acara Peluncuran Program DASHAT Secara Serentak di Seluruh Kampung Keluarga Berkualitas Se-DIY secara virtual, dari Jakarta, Selasa (30/11/2021).

"Waktu tinggal 2,5 tahun sehingga kita harus bekerja cepat dalam rangka merespon stunting itu," ujarnya.

Hasto menjelaskan, kesempatan untuk mencegah stunting itu ada pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), terhitung sejak pertemuan antara sel telur dan sel sperma sampai si anak umurnya 2 tahun kurang sedikit. Karena, orang hamil itu 280 hari kemudian di luar tinggal sisanya 720 hari, dan itulah membutuhkan asupan yang sangat penting untuk gizi seimbang.

Sesungguhnya pertanda 1000 hari itu penting, sudah ada dalam ciri-ciri bayi itu sendiri. Di mana, sebelum usia 1000 hari ubun-ubunnya belum menutup, masih renggang karena otak masih bisa berkembang.

Tapi, begitu masuk 1000 hari maka tulang ketemu tulang. Sehingga, kepala sudah tidak dapat berkembang lagi. Itulah kesempatannya 1000 HPK untuk memberikan asupan nutrisi yang sebaik-baiknya. 

"Karenanya, kami mengucapkan terimakasih atas inisiatif dari Gusti Bendara, yang kemudian ditindaklanjuti pemerintah Kabupaten dan Kota, saya juga berterimakasih kepada Pak Joko dari Bantul karena di Bantul juga sudah membuat inisiasi 1 dusun diberikan anggaran 50 juta khusus untuk mengatasi stunting ini," ungkap Hasto.

Ini merupakan kebijakan-kebijakan _best practice_ yang sangat bagus. Untuk kemudian bisa di-share ke beberapa wilayah lain di Indonesia.

Dikemukakan Hasto, kunci sukses untuk tidak stunting adalah gizi seimbang dan gizi seimbang itu tidak mahal. Tapi, kuncinya ada di protein hewani dan dianjurkan protein hewaninya tidak perlu protein hewani yang mahal.

Halaman:

Editor: Budi Seno P Santo

Terkini

X