• Kamis, 11 Agustus 2022

Dokter Sonia: Strategi Penanganan Covid-19 Hulu Ke Hilir Harus Terintegrasi

- Selasa, 21 Juli 2020 | 13:17 WIB
Dr Sonia Wibisono, influencer dan selebritas
Dr Sonia Wibisono, influencer dan selebritas

Pertama, kata Sonia, meningkatkan partisipasi secara aktif masyarakat dalam penyebaran informasi, edukasi, dan tindak cepat pencegahan, dengan cara mengikutsertakan peran para “influencers”, program TV, media massa, yang terkoordinir dan terpadu dalam penyebaran informasi yang benar, akurat, tepat dan terkini mengenai wabah Covid-19, mengikutsertakan segenap stakeholders di daerah mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, desa, hingga RT/RW dengan pemanfaatan kader kesehatan yang sudah ada, dokter di lini pertama (puskesmas, klinik swasta, RS), melibatkan segenap penyedia layanan informasi dan internet yang ada di Indonesia untuk menyebarluaskan informasi yang benar melalui beragam sarana seperti sms, aplikasi, iklan, hingga banner maupun flyer agar masyarakat terdorong untuk terbiasa dengan upaya perlindungan diri dan pencegahan penularan, menumbuhkan sikap saling menjaga dan saling peduli di masyarakat luas, dengan cara melakukan pengawasan, pemberian sanksi, serta edukasi tentang perlunya menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan desinfektan secara rutin.

Setiap stakeholders perlu dilibatkan secara aktif dalam proses edukasi ini. "Meminta segenap lembaga, perkantoran, atau tempat-tempat yang rawan menjadi cluster baru, untuk kembali menerapkan tindakan preventif seperti penggunaan masker, ketersediaan desinfektan, pengecekan suhu tubuh, penggunaan partisi atau pembatas untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung dan menjaga jarak secara aman dengan tidak berkumpul apalagi bergerombol,"urai Duta Kesehatan WHO ini.

Kedua, lanjut dia, sentralisasi sistem informasi dari satu pintu atau membuat website atau portal untuk mempermudah masyarakat mengetahui perkembangan dari segala sesuatu yang berkaitan dengan penanggulangan wabah, yang melibatkan kerjasama antara Kemenkes, Kemkominfo, Kemenlu, serta Kementerian lain yang terkait (termasuk pemenuhan APD medis dan nonmedis, RS, pemisahan ruang UGD Covid maupun nonCovid, RS Covid atau nonCovid, terapi plasma)

"Sentralisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi secara cepat, lengkap, dan akurat mengenai perkembangan penanggulangan wabah ini,"jelas influencer dan selebritas ini.

Ketiga, kata Sonia, transparansi informasi mengenai penyebaran, pendataan, pengetesan, penanganan, dan pendanaan. Masih banyak informasi yang sukar diperoleh masyarakat tentang upaya penanggulangan wabah yang sudah dilakukan pemerintah dan instansi terkait, seperti tempat-tempat untuk melakukan tes, kesiapan anggaran dan insentif bagi rumah sakit hingga klinik bukan saja milik pemerintah tapi juga swasta.

Lalu tentang perlu atau tidaknya penerapan denda kalau tidak memakai masker? Budaya malu tidak pakai masker? Insentif pulsa untuk yang berinisiatif melaporkan gejala covid baik dirinya maupun lingkungan sekitarnya? Hal ini juga harus menjadi concern dan awwarnes bersama.

"Kebutuhan riil di lapangan tentang APD termasuk tempat-tempat yang kekurangan maupun yang surplus, ketersediaan tenaga kesehatan, dan sebagainya. Dengan transparansi, bantuan, dan partisipasi aktif masyarakat umum maupun lembaga swasta akan lebih tepat sasaran," ucapnya.

Keempat, semua daerah perlu mencontoh Jakarta yang sudah sangat baik mempunyai Wisma Atlit (gedung yang sudah ada) dirombak dan dipakai untuk dijadikan karantina dan terapi bagi yang terpapar Covid. Penanganan Covid-19 di rumah sakit khusus Covid yang dibedakan dengan RS NonCovid.

Hal ini agar penyakit lain yang membutuhkan pengobatan teratur dan vaksin anak pun tidak terbengkalai.

Sonia memberi referensi agar masyarakat Indonesia patut belajar dari Vietnam yang menunjukkan kekuatan dan stabilitas dalam menghadapi badai Covid. Sejak awal, Perdana Menteri Vietnam, memprioritaskan kesehatan di atas masalah ekonomi. Terus menerus melibatkan para ilmuwan dengan intensif. Termasuk pakar epidemiologi, public health, dan lain-lain.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

Puasa Tasua dan Asyura, Ini Keutamaannya

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:00 WIB
X