• Kamis, 11 Agustus 2022

Covid-19: Diskusi Dokter Sonia Di Kemenkes, Dari Stigma Penderita Hingga Solidaritas Kemanusiaan

- Minggu, 26 April 2020 | 21:48 WIB
Influencer dr Sonia Wibisono berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Kesehatan dr. Mariya Mubarika tentang penanganan Covid-19 dengan Terapi Plasma Konvalesen
Influencer dr Sonia Wibisono berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Kesehatan dr. Mariya Mubarika tentang penanganan Covid-19 dengan Terapi Plasma Konvalesen

"Kemenkes berjuang agar semua masyarakat yang terkena Covid-19 bisa selamat. Yang kuat bisa sembuh sendiri, kelompok yang rentan dibantu oleh plasma orang yang sembuh agar penyakitnya cepat teratasi dan sembuh juga,” demikian pernyataan Kemenkes RI yzg ditirukan Sonia sambil memperlihatkan data telemedicine yang ternyata IgG (sembuh) 10 kali dari IgM (sakit).

Terapi Plasma Konvalesen sendiri adalah produk kaya antibodi yang dibuat dari darah yang disumbangkan oleh orang-orang yang telah pulih dari penyakit yang disebabkan oleh virus.

Pengalaman dari Tiongkok menunjukkan bahwa plasma konvalesen memiliki potensi untuk mengurangi keparahan atau mempersingkat lama penyakit yang disebabkan oleh Covid-19. Sejumlah uji klinis juga dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dan kemanjuran plasma konvalesen yang dilakukan oleh FDA dan Mayo Klinik ini membuktikan keefektifan cara ini.

Banyak pasien-pasien yang telah memakai ventilator bisa sembuh dan berkumpul kembali ke keluarganya tercinta.

Dokter Sonia menyebut Terapi Plasma Konvalesen ini bisa menghapus stigma, karena orang yang terinfeksi dan sembuh justru bisa membantu suatu saat orang-orang yang rentan jika terinfeksi.

Bahkan Kemenkes RI menegaskan bahwa penyakit ini mengajarkan tentang pentingnya solidaritas yang tertinggi. Bagaimana yang kuat jika terifeksi ketika sembuh dapat mendonorkan plasmanya ke orang yang terinfeksi yang memiliki kerentanan. Satu orang donor bahkan bisa menyelamatkan 2-4 nyawa sekaligus. Sungguh mengharukan dan luar biasa hikmah Covid-19 ini.

"Saya merenung betapa dahsyatnya wabah kemanusiaan ini. Tidak sekedar wabah tetapi langsung membawa obatnya dan menjadikan saling membantu sebagai syarat agar semua bisa selamat," ungkap dokter cantik ini.

Dokter Sonia menceritakan bagaimana kawannya yang Staf Khusus Menteri Kesehatan dr. Mariya Mubarika mengatakan : "Tidak ada bantuan yang lebih berharga daripada menyelamatkan nyawa seseorang."

"Jika anda ada waktu masuk ke aplikasi start up telemedicine yang telah menjadi mitra kementerian kesehatan RI di https://covid-monitoring.kemkes.go.id/telemedicine. Di sana bisa mengisi skrining digital, dan akan di tentukan apakah anda perlu dilakukan rapid test atau tidak? Rapid test yang dihasilkan bisa diketahui apakah anda dalam kondisi sakit atau sudah memiliki imunitas,"ucap dr Mariya Mubarika. 

Jika telah memiliki IgG artinya, kata Mariya anda bisa ikut serta menolong orang-orang yang rentan***

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

Puasa Tasua dan Asyura, Ini Keutamaannya

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 7 Agustus 2022 | 06:54 WIB
X