Kapolri Pastikan Awasi Alur Distribusi Dan Harga Minyak Goreng Di Pasar

- Selasa, 15 Maret 2022 | 16:27 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau perusahaan minyak goreng untuk memastikan minyak goreng jelang Ramadhan. persediaan  (Humas Polri )
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau perusahaan minyak goreng untuk memastikan minyak goreng jelang Ramadhan. persediaan (Humas Polri )

SUARAKARYA.ID: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama dengan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi meninjau langsung pabrik minyak goreng PT. Bina Karya Prima di Cilincing, Jakarta Utara. Hal itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan hingga produksi minyak goreng guna memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Dalam kesempatan itu, Sigit memastikan, kedepannya akan melakukan peninjauan secara langsung ke pabrik-pabrik minyak goreng lainnya untuk memastikan ketersediaan stok hingga harga penjualan minyak goreng dipasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah, yakni Rp14.000/liter. 

"Saya akan melaksanakan pengecekan lagi ke wilayah lain, untuk memastikan sebenarnya kebijakan terkait DMO sudah berjalan dari pabrik minyak goreng sendiri. Khususnya menjual sampai dengan pasar dengan harga Rp14.000, sesuai dengan apa yang ditetapkan Pemerintah," kata Sigit dalam tinjauannya. 

Baca Juga: Langka Di Lapangan, Kapolri Instruksikan Kapolda Pastikan Minyak Goreng Tersedia Di Pasar Tradisional Dan Mode

Dalam pengecekannya di PT. Bina Karya Prima di Cilincing, Sigit menyebut bahwa, dari laporan pihak produsen bahwa telah mendapatkan bahan baku sesuai dengan harga eceran tertinggi. 

"Saya bersama Mendag meninjau langsung terkait dengan proses mulai dari kebijakan DMO yang diputuskan beliau. Kami langsung bicara dengan para produsen CPO yang memiliki kewajiban DMO. Tadi kita tanyakan dari bahan oline dijual sesuai HET Rp10.300. Beliau terima juga dari produsen CPO dengan harga Rp 9.300. Kemudian diolah dan beliau menjual dengan harga sesuai HET Rp14.000. Beliau sampaikan bahwa proses produksinya saat ini bisa dua kali lipat dari yang biasanya," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Dengan harga itu, kata Sigit, pihak produsen mengaku masih mendapatkan margin jika dalam melakukan penjualan minyak goreng dengan harga sesuai kebijakan Pemerintah. 

Baca Juga: Akselerasi Vaksin Booster, Kapolri: Agar Imunitas Warga Meningkat Sehingga Tekan Laju Covid-19

Sigit menekankan, pengecekan ke pabrik-pabrik lainnya kedepan, juga bertujuan untuk melihat apa yang menjadi penyebab masih diketemukannya harga minyak goreng yang dijual dipasaran tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan Pemerintah. 

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

Penderitaan Warga Kampung Bugis Kota Sorong, Serius

Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:52 WIB

Wamen PUPR Tinjau Kerusakan Akibat Banjir Di Malut

Jumat, 29 Januari 2021 | 09:56 WIB

Program Bedah Rumah PUPR Serap 252.443 Tenaga Kerja

Sabtu, 19 September 2020 | 18:10 WIB
X