Mantan Perdana Menteri Jepang Dibunuh

- Jumat, 8 Juli 2022 | 19:14 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)


SUARAKARYA.ID: Mantan Perdana Menteri Jepang, Abe akhirnya menghembus nafas terakhir setelah ditembek seorang pria beberapa jam sebelumnya.

Mantan  Perdana Menteri Jepang meninggal Jumat (8/7/2022). Penembak atau pelakunya diduga mantan anggota militer.

Mantan perdana Menteri Jepang Abe (67) tercatat paling lama menduduki jabatan ini.

Baca Juga: DPR RI Setujui Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya

Abe, 67,  ditembak saat tengah memberikan pidato di tengah kampanye pemilu di kota Nara.

Abe ditembak dua kali saat tengah berpidato dan dia langsung terjatuh sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Aparat keamanan langsung menangkap pelaku dan tersangka berusia 41 tahun kini dalam tahanan polisi.

Dokter di Rumah Sakit Universitas Nara mengatakan luka-luka yang dialami Abe di sekitar leher kanan cukup dalam untuk menembus jantung.

Baca Juga: Masyarakat Morowali Datangani Bupati Protes Penambangam Nikel  Liar Di Daerah Ini

Momen ketika terdengar suara tembakan sebelum Shinzo Abe terjatuh karena ditembak.

Dokter mengatakan dalam jumpa pers para medik menghabiskan empat setengah jam untuk merawat Abe.

Mereka mencoba menghentikan pendarahan dan melakukan tranfusi darah dengan menggunakan 100 unit kantung dar

Dokter memastikan bahwa ada dua luka tembak namun para dokter tidak menemukan peluru selama operasi bedah.

Abe ditembak dua kali. Dan tembakan kedua mengenai punggungnya. Tembakan ini menyebabkan dia jatuh ke tanah.

Sejumlah laporan media massa menyebut orang yang menembaknya telah ditangkap kepolisian.

Pelaku merupakan laki-laki berusia 40-an tahun bernama Yamagami Tetsuya

Baca Juga: Islam Tak Persoalkan Beda Waktu Idul Adha, Di Sorong Ada Warga Sholat Id Sabtu

Merujuk beberapa kantor berita di Jepang, pelaku penembakan pernah menjadi anggota Pasukan Pertahanan Maritim Jepang, sebutan untuk angkatan laut negara itu.

Mantan Gubernur Tokyo, Yoichi Masuzoe, berkata bahwa Abe dalam keadaan henti jantung. Istilah ini sering digunakan sebelum kematian secara resmi dikonfirmasi di Jepang.

Berbagai video yang beredar di media sosial, yang saat ini belum bisa diverifikasi, menunjukkan paramedis berkerumun di sekitar Abe yang tergeletak di tengah jalan. Abe telah dilarikan ke rumah sakit.

Saat ditembak, Abe sedang memberikan pidato untuk seorang kandidat pejabat lokal di Nara. ***

Sumber: Istimewa

Baca Juga: Masyarakat Papua Barat Banyak Belum Paham Pentingnya Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bakamla RI Gelar ASEAN Coast Guard Forum 2022 di Bali

Selasa, 22 November 2022 | 21:46 WIB
X