• Minggu, 3 Juli 2022

PM Australia Albanese: G20 Sangat Penting, Jokowi: Hukum Internasional Harus Dipatuhi

- Selasa, 7 Juni 2022 | 00:11 WIB
PM Australia Anthony Albanese dan Presiden Jokowi. (Tangkapan layar YouTube.)
PM Australia Anthony Albanese dan Presiden Jokowi. (Tangkapan layar YouTube.)

SUARAKARYA.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (6/6/2022). Presiden secara langsung mengundang PM Albanese untuk hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, November 2022 mendatang.

“Saya berharap, Perdana Menteri Albanese dapat hadir dalam KTT G20 di bulan November di Bali,” ujar Presiden dalam pernyataan pers bersama PM Albanese dalam tayangan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

PM Albanese sendiri memastikan bahwa dirinya akan hadir mengikuti KTT para pemimpin G20 di Bali tersebut. PM Australia menilai bahwa pekerjaan G20 sangat penting pada saat ketidakpastian ekonomi global ini. "Dan, dengan bekerja sama dengan Indonesia, kita akan paling efektif mengatasi banyak tantangan yang kita hadapi dalam menavigasi pemulihan ekonomi global pasca-Covid,” ujarnya.

Baca Juga: Ditargetkan 8016 Ekor Kambing, Kurban Online Baznas Bakal Menjangkau Ujung Negeri

Lebih jauh PM Albanese menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Presiden Joko Widodo untuk membantu mewujudkan KTT G20 yang sukses. Menurutnya, Indonesia berada di jalur untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar di dunia.

“Revitalisasi hubungan perdagangan dan investasi kami adalah prioritas bagi pemerintah saya. Dan karena itulah kami berencana bekerja sama dengan Indonesia untuk merealisasikan potensi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia,” ungkapnya.

Sebelumnya, kedua pemimpin menggelar pertemuan bilateral dan membahas berbagai isu, baik isu bilateral maupun kawasan dan dunia. Untuk isu kawasan dan dunia, Presiden Jokowi dan PM Albanese antara lain melakukan tukar pikiran mengenai perang di Ukraina, kerja sama Indo-Pasifik, dan penguatan kemitraan pembangunan di Pasifik.

Baca Juga: Harga Rp750 Ribu Bukan Tiket Masuk, Tapi Tiket Naik Ke Candi Borobudur

“Secara umum, saya menyampaikan kembali posisi konsisten Indonesia bahwa hubungan baik kedua negara dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan. Untuk itu, prinsip-prinsip dan hukum internasional harus dipatuhi secara konsisten,” kata Presiden Jokowi.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: BPMI Setpres

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X