• Rabu, 17 Agustus 2022

Airlangga Ke Petinggi Energy Internasional: Keadilan Sosial Ciptakan Transisi Energi Yang Adil Dan Terjangkau

- Kamis, 26 Mei 2022 | 15:08 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, senior Kadin IndonesIa, Shinta W Kamdani saat bertemu dengan Petinggi Energy Internasional Agency tegaskan keadilan sosial mampu menciptakan transisi rnergi yang adil dan terjangkau (AG Sofyan)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, senior Kadin IndonesIa, Shinta W Kamdani saat bertemu dengan Petinggi Energy Internasional Agency tegaskan keadilan sosial mampu menciptakan transisi rnergi yang adil dan terjangkau (AG Sofyan)

“Indonesia akan merealisasikan kontribusi energi terbarukan sebesar 23% pada 2025. Ada beberapa sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang potensial seperti matahari, air, angin, panas bumi, dan laut. Semua potensi menyumbang 442 GW. Tantangannya adalah keterbatasan jaringan, teknologi, dan pembiayaan, sehingga pembiayaan dan transfer teknologi pada transisi energi menjadi penting,” ungkap menteri senior di dua pemerintahan Presiden Joko Widodo ini.

Baca Juga: Jokowi Dan Menlu Serbia Bahas Kerja Sama Perdagangan Gandum, CPO Hingga Tenaga Kerja

Lebih lanjut, Airlangga paparkan bahwa Indonesia memandang transisi energi tidak hanya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan responsif terhadap perubahan iklim, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas masyarakat. 

"Yang perlu ditekankan adalah pentingnya keadilan sosial untuk menciptakan transisi energi yang adil dan terjangkau," tegas Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.

GolkarBaca Juga: Koalisi Golkar-PAN-PPP, Meski Konkret, Nyata Dan Sempurna Tetapi Masih Punya PR

Menurutnya, setiap negara memiliki kemampuan yang berbeda atau common but differentiated responsibilities. Khusus untuk Indonesia, mekanisme keuangan sangat penting dalam proses phase down batu bara dimana Indonesia berkomitmen merealisasikan target ini pada 2060 atau lebih cepat. 

“Mobilisasi sumber daya, termasuk sumber daya keuangan dan peningkatan kapasitas, terutama dalam penelitian dan pengembangan, sistem perdagangan emisi, dan subsidi energi terbarukan sangat esensial untuk tujuan ini,” tegas Ketua KPCPEN ini.

Baca Juga: Hadiri WEF Davos, Menko Airlangga Ajak Investor Dunia Berinvestasi Di Momen Emas Indonesia

Sementara itu, Dr. Fatih Birol mengingatkan dua kondisi penting yang ada saat ini yaitu terjadinya krisis energi dan adanya ancaman perubahan iklim. 

Executive Director Fatih juga mengapresiasi agenda G20 Energy Transition Working Group (ETWG) yang berorientasi praktis dan dapat mengakomodasi kepentingan semua negara, sehingga menghasilkan gagasan transisi energi yang dapat disetujui pada tingkatan global.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X