• Jumat, 27 Mei 2022

Indonesia Dan Jepang Sepakat Perang Rusia-Ukraina Harus Dihentikan

- Minggu, 1 Mei 2022 | 10:47 WIB
Presiden Jokowi dan PM Jepang Fumio Kishida. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden )
Presiden Jokowi dan PM Jepang Fumio Kishida. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden )

SUARAKARYA.ID: Pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Jepang di Istana Negara Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022), antara lain membahas mengenai isu kawasan dan global, khususnya mengenai konflik Rusia-Ukraina. Dalam pertemuan tersebut, Jepang dan Indonesia sepakat bahwa perang Rusia vs Ukraina harus dihentikan.

"Saya menekankan ajakan Indonesia agar semua negara menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain secara konsisten," kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022).

Menurut Presiden Jokowi, perang Ukraina harus segera dihentikan dan Indonesia-Jepang bersepakat untuk menciptakan situasi yang kondusif, agar perundingan dan solusi damai dapat segera tercapai.

Baca Juga: Ketum Airlangga Berangkatkan 20 Bus Mudik Gratis Partai Golkar, Minta Pemudik Taat Prokes

Presiden Jokowi menegaskan sejauh ini dirinya telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah kepala negara/ kepala pemerintahan negara lain. "Sekali lagi, perang harus segera dihentikan dan solusi damai harus segera dicapai," ungkapnya dalam siaran di YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden RI menekankan bahwa dunia harus bekerja sama untuk mengatasi dampak perang, baik dampak kemanusiaan maupun dampak perekonomian. "Presidensi Indonesia di G20 akan kita manfaatkan sebagai katalisator penanganan kemanusiaan dan pemulihan ekonomi dunia," ujarnya.

Senada dengan Presiden Jokowi, PM Jepang Fumio Kishida juga menekankan pentingnya semua negara menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain secara konsisten.

Baca Juga: Hadapi Pemilu 2024 Golkar Perkuat Mesin Partai

Ditegaskan PM Kishida bahwa Jepang dan Indonesia memiliki satu pemahaman yang sama bahwa serangan militer ke Ukraina tidak dapat diterima. "Di daerah mana pun, kedaulatan dan integritas teritorial tidak boleh diganggu oleh kekuatan militer maupun intimidasi,” papar PM Jepang.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasad Terima Atase Darat Amerika Serikat

Kamis, 12 Mei 2022 | 23:14 WIB
X