• Minggu, 26 Juni 2022

Bakamla RI Dan DPD RI Lakukan Kunker Kemaritiman Ke Australia

- Kamis, 14 April 2022 | 21:12 WIB
Foto: Bakamla RI
Foto: Bakamla RI

SUARAKARYA.ID: Bakamla RI bersama DPD RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Parlemen dan sejumlah stakeholder pemerintah bidang maritim di Canberra. Kegiatan ini merupakan rangkaian studi banding DPD RI dalam rangka mendapatkan data dukung penyusunan kajian akademis revisi undang-undang kelautan.

Kegiatan kunjungan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia dan Wakil Ketua-1 DPD RI Letjen TNI Mar (Purn) Dr. Nono Sampono ini berfokus di Canberra, Australia, kemarin.

Sebelumnya, rombongan diterima oleh Dubes RI untuk Australia Y.M. Siswo Pramono pada Minggu (10/4). Dalam sambutannya, Y.M. Siswo Pramono memberikan gambaran tentang hubungan Indonesia dan Australia yang berkembang dengan sangat baik sebagai sebuah strategic partnership.

Baca Juga: Forum Ke-8 SEAMLE, Bakamla Ungkap Pencari Suaka Ditipu Jaringan Kejahatan Transnasional

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua-1 DPD RI Letjen TNI Mar (Purn) Dr. Nono Sampono, selaku Ketua Delegasi juga menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan delegasi Indonesia serta berterimakasih atas penyambutan dan dukungan selama kegiatan di Australia.

Lebih lanjut, dalam Kunker yang berlangsung sejak Senin (11/4), pertama-tama kunjungan dilakukan ke Parlemen. Delegasi Indonesia diterima oleh Anggota Parlemen, yang dalam kesempatan ini turut disampaikan harapannya akan peningkatan kerja sama antar kedua negara. Kedua parlemen sepakat bahwa pembangunan maritim kedua negara sangat penting untuk menopang kepentingan nasional RI-Australia.

Kunjungan berlanjut ke DFAT (Department of Foreign and Trade) dan diterima oleh Chief of DFAT Craig Chittick. Dalam pertemuan ini dijelaskan bahwa kebijakan pemerintah Australia lebih pada melakukan pencegahan di luar yurisdiksi atau dari asal kedatangan orang dan barang.

Baca Juga: Bakamla RI - JCG Bahas Pembaruan Kerja Sama Di Tahun 2022

Hal ini dilakukan dengan menerapkan prosedur dan pengawasan ketat terhadap lalu lintas barang, yang juga erat kaitannya dengan proses kerja sama bilateral.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X