• Kamis, 18 Agustus 2022

Perang Rusia Vs Ukraina, Uni Eropa Keluarkan Sanksi Baru Untuk Moskow

- Rabu, 6 April 2022 | 00:15 WIB
 Seorang anak laki-laki berjalan melewati kuburan warga sipil, yang menurut penduduk setempat dibunuh oleh tentara Rusia saat serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, di Bucha, di wilayah Kyiv. Tulisan di salib di tengah berbunyi  (Reuters)
Seorang anak laki-laki berjalan melewati kuburan warga sipil, yang menurut penduduk setempat dibunuh oleh tentara Rusia saat serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, di Bucha, di wilayah Kyiv. Tulisan di salib di tengah berbunyi (Reuters)

Sanksi telah mengisolasi dan melumpuhkan ekonomi Rusia. Tapi Ukraina mengatakan, Barat perlu berbuat lebih banyak lagi untuk membuat mesin perang Moskow kelaparan. "Setiap euro, setiap sen yang Anda terima dari Rusia atau yang Anda kirim ke Rusia memiliki darah. Itu adalah uang berdarah dan darah dari uang ini adalah darah Ukraina, darah rakyat Ukraina," ujar Klitschko dalam konferensi di Jenewa melalui tautan video seperti dilansir dari Reuters.

Eropa, yang mendapat sekitar sepertiga dari kebutuhan gas alamnya dari Rusia, telah mewaspadai dampak ekonomi dari larangan total terhadap energi Rusia. Yang menurut Ukraina diperlukan untuk memaksakan kesepakatan damai.

Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya Terapkan Persyaratan Naik Kereta Api Terbaru Mulai Hari Ini

Larangan batubara Rusia oleh 27 negara Uni Eropa akan bernilai sekitar 4 miliar euro per tahun, kata von der Leyen, relatif kecil dibandingkan dengan 100 miliar euro tahun lalu dalam impor minyak dan gas dari Rusia.

Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock menyebut, larangan batubara adalah langkah pertama menuju larangan total semua impor bahan bakar fosil dari Rusia. Menurut Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Amerika Serikat juga kemungkinan akan menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia.

Dia menggambarkan pernyataan Presiden AS Joe Biden bahwa Putin harus diadili atas kejahatan perang sebagai tidak dapat diterima dan tidak layak.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Dan Ketertiban Stasiun, KAI Daop 8 Gelar Apel Gabungan

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan negaranya yang menuduh Rusia melakukan genosida, tidak punya pilihan selain berunding untuk mengakhiri perang, yang sekarang memasuki minggu keenam. Perang ini telah menewaskan ribuan orang, membuat jutaan orang mengungsi dan mengubah kota-kota menjadi puing-puing.

"Kita semua, termasuk saya sendiri, akan menganggap kemungkinan negosiasi sebagai tantangan," kata Zelenskiy dalam wawancara televisi. Dia tidak jelas menyebut apakah dia dan Putin akan berbicara secara langsung atau bagamaina.

Kantor berita Rusia Interfax mengutip seorang wakil menteri luar negeri Rusia yang mengatakan pembicaraan, yang terakhir diadakan pada hari Jumat, terus berlanjut melalui tautan video.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X