• Minggu, 26 Juni 2022

Wali Kota Sebut Ada 44 Orang Luka Parah Terperangkap Di Kota Chernihiv Ukraina

- Minggu, 27 Maret 2022 | 02:51 WIB
 Pemandangan menunjukkan bangunan pasar yang rusak akibat penembakan, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut di Chernihiv. (Reuters)
Pemandangan menunjukkan bangunan pasar yang rusak akibat penembakan, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut di Chernihiv. (Reuters)


SUARAKARYA.ID: Wali kota utara Ukraina Chernihiv, Vladyslav Atroshenko menyebut ada 44 orang yang terluka parah pada Sabtu lalu. Dari jumlah itu, tiga diantaranya merupakan anak-anak. Mereka dapat dievakuasi ke daerah yang lebih aman untuk perawatan karena kota itu telah diputus oleh pasukan Rusia.

Kota dekat perbatasan Belarusia telah dikepung secara efektif, kata pihak berwenang setempat pada hari Jumat (25/3/2022), sambil memperingatkan bahwa tidak mungkin untuk mengevakuasi warga sipil atau membawa bantuan kemanusiaan. Karena sebuah jembatan yang menghubungkan kota itu dengan ibu kota Ukraina di selatan telah dihancurkan oleh pengeboman.

Berbicara di televisi nasional, Walikota Chernihiv Vladyslav Atroshenko mengatakan situasinya sangat kritis bagi 44 orang yang terluka yang membutuhkan perawatan darurat. "Mereka tidak dapat bertahan hidup di sini karena parahnya luka mereka, mereka membutuhkan evakuasi segera," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu ( 26/3/2022).

Baca Juga: Dubes Ukraina Minta Bantuan MER-C Kirim Tenaga Medis dan Menjembatani Pertemuan Ukraina – Rusia

Dia mengatakan masih ada hingga 130.000 orang terpaksa bertahan tanpa pemanas, listrik atau pasokan air di Chernihiv, yang katanya berada di bawah pemboman berat oleh pasukan Rusia. Kota ini memiliki populasi sebelum perang sekitar 290.000, katanya.

Pada hari Jumat, kementerian pertahanan Rusia mengatakan pasukan Rusia telah "memblokir" kota-kota Ukraina, termasuk Chernihiv, untuk mengikat militer Ukraina. Sementara Rusia fokus untuk mengambil kendali di wilayah Donbass timur. Rusia telah membantah menargetkan warga sipil sejak invasi 24 Februari ke Ukraina, yang disebutnya "operasi militer khusus."

Sebelumnya, pihak berwenang Ukraina mengatakan pada hari Jumat pasukan Rusia telah secara efektif mengepung kota utara Chernihiv dan membombardir daerah di mana penduduk terjebak tanpa listrik, pemanas dan air.***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X