• Senin, 27 Juni 2022

Putkom Serukan Parlemen Dunia Prioritaskan Perempuan & Anak Akiibat Pandemi Di Sidang IPU

- Kamis, 24 Maret 2022 | 11:43 WIB
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI, Putkom alias Puteri Komarudin menyerukan kepada parlemen dunia  untuk lebih memprioritaskan perempuan dan anak akiibat dampak Pandemi Covid-29 di Sidang IPU yang dihelat di Bali (AG Sofyan)
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI, Putkom alias Puteri Komarudin menyerukan kepada parlemen dunia untuk lebih memprioritaskan perempuan dan anak akiibat dampak Pandemi Covid-29 di Sidang IPU yang dihelat di Bali (AG Sofyan)
 
 
 
SUARAKARYA.ID: Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI, Puteri Anetta Komarudin atau akrab disapa Putkom menegaskan komitmen parlemen dengan eksekutif dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 terhadap kesehatan perempuan, anak dan remaja di Indonesia bisa menjadi role model terbaik bagi dunia.
 
Hal ini Puteri tunjukkan dengan adanya kolaborasi apik, sinergis, dan harmonis antara Pemerintah Indonesia dan DPR
dalam mengatasi dampak pandemi terhadap perempuan anak dan remaja khususnya melalui kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 
 
“Pemerintah dan DPR merespons dampak pandemi dengan membentuk paket kebijakan stimulus fiskal melalui disahkannya Undang-Undang Nomor 2 
Tahun 2020. Kemudian kami sebagai anggota parlemen perempuan juga aktif melaksanakan tugas pengawasan untuk memastikan agar kebijakan pemulihan ekonomi rakyat tersebut memiliki dimensi gender. Yaitu agar kebijakan PEN bertujuan khusus atau berdampak signifikan untuk menjaga kemandirian ekonomi perempuan," tutur srikandi milenial Senayan di Komisi XI ini saat menjadi pembicara di Sidang Umum ke-144 Inter Parliamentary Union (IPU) atau Forum AntarParlemen Dunia yang  digelar di Bali, Indonesia pada 20-24 Maret 2022.
 
 
Sidang tersebut dihadiri oleh anggota parlemen dari 179 negara anggota yang mengangkat tema “Getting to Zero: Mobilizing Parliaments to Act on Climate Change”.
 
Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI ini hadir sebagai delegasi DPR yang menyampaikan kiprah anggota parlemen perempuan dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 terhadap kesehatan perempuanI anak dan remaja. 
 
 
“Pada tahun pertama pandemi sejumlah indikator kesehatan reproduksi Indonesia mengalami penurunan. Contohnya saat kita para legislator melakukan kunjungan ke Dapil, kita dapati fasilitas kesehatan dan pelayanan ibu hamil, tingkat ketersediaan dan penggunaan alat kontrasepsi hingga terhambatnya pelayanan imunisasi lengkap dasar. Bahkan terdapat peningkatan laporan kekerasan berbasis gender dan pernikahan anak usia dini," ungkap Puteri dalam presentasi pembuka pada diskusi panel Sidang ke-33 Forum Anggota Parlemen Perempuan sebagai rangkaian dari Sidang Umum IPU pada Minggu lalu (20/3/2022). 
 
 
Lebih lanjut, Puteri yang juga menjabat sebagai anggota tetap Biro Perempuan Parlemen IPU sebagai perwakilan Grup AsiaPasifik, menjabarkan berbagai 
stimulus pemulihan untuk merespons dampak pandemi yang dimaksud.
 
Srikandi Milenial Beringin yang juga Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI lantang menyerukan parlemen dunia lebih memprioritaskan kesetaraan gender perempuan dan anak akibat pandemi Covid-19 di Sidang ke 144 IPU, Bali (AG Sofyan)
 
“Melalui program perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang memberikan bantuan uang tunai bagi ibu hamil dan anak usia sekolah dari keluarga miskin dimana 90 persen penerimanya adalah perempuan kepala keluarga. Selain itu program Mekaar yang memberikan dukungan bisnis dan finansial, khusus bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro perempuan  melalui relaksasi kredit maupun dukungan permodalan,” jelas Ketua Bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Partai Golkar ini.
 
 
Menutup pidatonya, putri Ketua DPR ke 17, Ade Komarudin ini mengajak anggota parlemen perempuan terus mendorong program pemulihan pandemi jangka panjang yang inklusif dan lebih memerhatikan kesetaraan gender.
 
“Kebijakan respons pandemi  hanya sementara dan akan segera expire. Sedangkan dampaknya diperkirakan terus berlangsung panjang. Karenanya kita 
perlu kebijakan jangka panjang khususnya bagi perempuan, anak, dan remaja yang mengalami dampak tidak proporsional. Sehingga dapat kembali pada keadaan sebelum pandemi
bahkan lebih baik lagi," pungkas 
Wakil Rakyat Dapil Jabar VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta) ini.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan langsung narasumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X