• Kamis, 30 Juni 2022

Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, 1 Dari 2 Kotak Hitam Berhasil Ditemukan Dalam Kondisi Rusak Parah

- Kamis, 24 Maret 2022 | 05:58 WIB
 Pemandangan dari udara menunjukkan tanah hangus di lokasi pesawat China Eastern Airlines Boeing 737-800, penerbangan MU5735, jatuh di Wuzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China, dalam gambar diam ini diambil dari rekaman drone 23 Maret 2022. (Reuters)
Pemandangan dari udara menunjukkan tanah hangus di lokasi pesawat China Eastern Airlines Boeing 737-800, penerbangan MU5735, jatuh di Wuzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China, dalam gambar diam ini diambil dari rekaman drone 23 Maret 2022. (Reuters)


SUARAKARYA.ID: Pesawat China Eastern Airlines yang jatuh pada Senin (21/3/2022), salah satu dari 2 kotak hitamnya berhasil ditemukan oleh tim pencari China pada Rabu (23/3/2022) hari ini.

Tapi menurut seorang pejabat Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC), perangkat itu rusak parah, dan tidak diketahui dengan jelas, apakah itu perekam data penerbangan atau perekam suara kokpit pesawat China Eastern Airlines yang sedang membawa 132 orang di dalamnya tersebut.

Seperti diketahui, penerbangan MU5735 sedang dalam perjalanan dari kota barat daya Kunming ke Guangzhou di pantai pada Senin (21/3/2022) ketika tiba-tiba jet Boeing 737-800 tiba-tiba jatuh dari ketinggian jelajah pada saat seharusnya mulai turun sebelum mendarat. Sebagian besar pesawat China Eastern Airlines itu telah hancur akibat benturan dan tidak ada korban yang ditemukan.

Baca Juga: Di Tengah Sidang IPU, Puan Sampaikan Dukacita Atas Jatuhnya Pesawat Di China

Penyebab kecelakaan itu belum ditentukan, dan otoritas penerbangan memperingatkan bahwa penyelidikan sangat sulit karena kerusakan parah pada pesawat. "Kami menemukan kotak hitam di tempat kejadian tetapi kotak hitam ini telah rusak parah di bagian luar, sehingga tim investigasi di garis depan masih memastikan apakah itu perekam data penerbangan atau perekam suara kokpit," ujar Mao Yanfeng, kepala penyelidikan pesawat di CAAC, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/3/2022).

Saat kejadian, kata Mao, cuaca di sepanjang jalur penerbangan tidak berbahaya bagi pesawat, dan pengawas udara juga telah menjaga komunikasi dengannya setelah lepas landas dan sebelum turun dengan cepat. Selama turun, pesawat tidak menanggapi panggilan berulang dari pengendali udara, kata CAAC sebelumnya.

Jet itu sendiri diketahui telah memenuhi standar kelaikan udara sebelum lepas landas, dan tiga pilot (lebih satu dari yang biasanya dibutuhkan pada 737), kata pihak yang berwennag, dalam keadaan sehat.

Baca Juga: Putin Makin Pusing – Ukraina Terus Melawan, Rusia Kehilangan 14.200 Pasukan, 93 Pesawat, 112 Helikopter

Kapten direkrut pada Januari 2018 dan memiliki total pengalaman terbang 6.709 jam, sedangkan perwira pertama dan kedua masing-masing memiliki 31.769 jam dan 556 jam, kata seorang pejabat China Eastern dalam briefing. “Dari yang kami ketahui, kinerja ketiga pilot itu baik dan kehidupan keluarga mereka relatif harmonis,” kata pejabat itu.

Menanggapi kecelakaan itu, China Eastern telah memperketat tindakan pencegahan. Mereka membutuhkan dua kapten senior dan seorang co-pilot senior, di beberapa jenis pesawat. China Eastern dan dua anak perusahaannya telah mengandangkan armada mereka lebih dari 200 jet Boeing (BA.N) 737-800.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X