• Selasa, 28 Juni 2022

Presiden Ukraina Peringatkan Bahwa Perang Akan Rugikan Rusia Selama Beberapa Generasi

- Minggu, 20 Maret 2022 | 00:23 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpidato di hadapan bangsa di Kyiv (aljazeera.com)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpidato di hadapan bangsa di Kyiv (aljazeera.com)

SUARAKARYA.ID: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan Rusia bahwa melanjutkan invasi akan merugikan Rusia selama beberapa generasi. Pernyataan Presiden Volodymyr Zelenskyy itu disampaikan pada Sabtu (19/3/2022) setelah rapat umum massal diadakan untuk mendukung pasukan Rusia di Moskow pada malam sebelumnya.

Sebanyak 200.000 orang yang dilaporkan telah menghadiri rapat umum itu, serupa dengan jumlah pasukan Rusia yang dikerahkan ke Ukraina. Menurut Zelenskyy, acara hari Jumat di Moskow menggambarkan taruhan tinggi dari konflik darat terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

“Bayangkan sendiri bahwa di stadion di Moskow itu ada 14.000 mayat dan puluhan ribu lainnya terluka dan cacat. Ini adalah biaya Rusia selama invasi," ujar Zelenskyy, seperti dikutip dari aljazeera.com.

Baca Juga: Kemenlu Berhasil Evakuasi 9 WNI Dari Ukraina

Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin memberikan pujian pada pasukan militer negaranya selama unjuk rasa pengibaran bendera hari Jumat, yang berlangsung pada peringatan pencaplokan Krimea oleh Rusia tahun 2014 dari Ukraina. Acara itu diwarnai dengan kumandang lagu-lagu patriotik seperti "Made in the USSR", dengan baris pembuka "Ukraina dan Krimea, Belarus dan Moldova, itu semua negara saya".

“Kami sudah lama tidak memiliki persatuan seperti ini,” ujar Putin kepada kerumunan yang bersorak-sorai. Naik ke panggung di mana sebuah tanda bertuliskan "Untuk dunia tanpa Nazisme", dia mencerca musuh-musuhnya di Ukraina dengan klaim bahwa mereka adalah "neo-Nazi". Dia bersikeras bahwa tindakannya itu diperlukan untuk mencegah "genosida".

Unjuk rasa itu terjadi ketika Rusia menghadapi kerugian yang lebih besar dari perkiraan di medan perang dan pemerintahan yang semakin otoriter di dalam negeri. Polisi Rusia telah menahan ribuan pengunjuk rasa antiperang.

Baca Juga: Putin Makin Pusing – Ukraina Terus Melawan, Rusia Kehilangan 14.200 Pasukan, 93 Pesawat, 112 Helikopter

Seperti diketahui, pertempuran berkecamuk di berbagai front di Ukraina lebih dari tiga minggu setelah invasi Rusia pada 24 Februari. Pinggiran kota barat laut Kyiv seperti Bucha, Hostomel, Irpin dan Moshchun diserang pada hari Sabtu. Pemerintah daerah Kyiv melaporkan, Kota Slavutich, 165 km (103 mil) utara ibu kota sudah "benar-benar terisolasi".***

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: aljazeera.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X