• Minggu, 26 Juni 2022

Jepang Bersedia Menampung Pengungsi Ukraina

- Kamis, 3 Maret 2022 | 06:14 WIB
Aksi protes menuntut hentikan peran di Ukraina. (Istimewa)
Aksi protes menuntut hentikan peran di Ukraina. (Istimewa)

 

SUARAKARYA.ID: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa hampir 700.000 orang sudah melarikan diri dari Ukraina untuk menyelamatkan diri. Mereka tersebar ke negara-negara tetangga sejak serangan dimulai hampir sepekan lalu.
Guna membantu warga Ukraina dari risiko serangan Rusia tersebut, pemerintah Jepang siap menerima pengungsi yang menyelamatkan diri keluar dari Ukraina.

“Pemerintah Jepang siap menampung warga Ukraina yang melarikan diri dari serangan Rusia,” kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Rabu (2/3/2022).

PM Kishida menambahkan bahwa ia berjanji saat percakapan telepon dengan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki.

Badan Pengungsi PBB menyebut serangan itu sebagai krisis pengungsi terbesar di Eropa abad ini.

Sekitar setengah dari para pengungsi itu saat ini berada di Polandia.
“Untuk melanjutkan solidaritas dengan rakyat Ukraina, kami akan melanjutkan untuk menerima mereka yang mencari perlindungan di negara ketiga,” kata Kishida setelah sambungan telepon tersebut.
Dia menambahkan bahwa fokus awal adalah kepada orang-orang dengan kerabat atau teman di Jepang.

“Untuk mendukung Ukraina dengan kuat, kami akan memperkuat koordinasi dengan G7 (Kelompok Tujuh negara-negara industri utama) dan masyarakat internasional,” katanya kepada awak media.
Kishida juga meminta Morawiecki untuk membantu warga Jepang yang terjebak di Ukraina untuk memasuki Polandia dengan cepat melalui jalur darat.

Dia menambahkan PM Polandia sudah berjanji untuk memberikan dukungan maksimal.

Kishida juga berbicara via telepon pada Rabu dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan mengatakan bahwa kedua negara akan bekerja sama menangani krisis itu.

Jepang sudah bergabung dengan negara-negara Barat dalam menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia atas serangan yang Rusia sebut dengan “operasi militer khusus”. ***

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Sumber: istimewa

Tags

Terkini

X