• Senin, 27 Juni 2022

Siap-siap, Perang Dunia Ketiga Mengancam Jika Ratusan Ribu Tentara NATO Bantu Ukraina

- Sabtu, 26 Februari 2022 | 10:25 WIB
Tank-tank siap tempur bantu Ukraina (Istimewa)
Tank-tank siap tempur bantu Ukraina (Istimewa)

SUARAKARYA.ID: Saat sebagian masyarakat Indonesia sibuk mempermasalahkan minyak goreng langka, kedelai meroket dan BPJS wajib seperti KTP, di belahan dunia lain orang sedang ketar ketir akan terjadinya ancaman perang dunia ketiga. Hal ini terkait aksi militer Rusia ke Ukraina.

Seperti diketahui di belakang Ukraina ada AS dan sekutu NATO di Eropa yang siap membantu Ukraina. Meski bukan anggota NATO namun Ukraina sangat ingin menjadi bagian dari NATO. Ukraina memang sedang promosi jadi anggota NATO namun ada beberapa syarat yang belum dipenuhi. Negara bekas bagian Uni Soviet ini selalu saja mendapat halangan dari Rusia. Maklum Rusia sangat khawatir jika Ukraina bergabung dengan NATO.

Kini ketegangan Ukraina - Rusia memuncak saat Rusia melakukan agresi militer ke Ukraina. Meski NATO belum ikut campur namun sudah menunjukkan sinyal untuk membantu Ukraina. Jika NATO memberikan bantuan secara full personel militer dan senjata, maka Rusia akan berkolaborasi dengan Tiongkok. Sebab Tiongkok selain menjadi mitra dengan Rusia, Tiongkok juga tengah bersitegang dengan AS.

Saat ini ratusan ribu pasukan NATO dan Amerika Serikat siap terjun untuk membantu Ukraina melawan Rusia. Mereka telah mempersiapkan pasukannya jauh-jauh hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina benar-benar terjadi.

Dilansir Sky News, aliansi NATO memiliki 40.000 tentara, pelaut dan penerbang yang siap secara permanen untuk dimobilisasi dalam krisis. Pasukan Respons NATO atau NRF sekitar 8.500 tentara dalam status 'kewaspadaan tinggi' untuk dikerahkan ke Eropa.

NATO menegaskan tidak memiliki 'rencana' mengirim pasukan aliansinya langsung ke Ukraina, yang bukan anggotanya. Namun pihaknya akan memperkuat sayap timur dan tenggara mereka dengan lebih banyak pasukan.

Diketahui NRF merekrut para prajurit dan para wanita dari seluruh anggota aliansi NATO yang terdiri dari 30 negara. Mereka ditempatkan di darat, udara, laut atau dalam operasi khusus selama periode 12 bulan, di mana selama waktu itu mereka adalah responden pertama dalam keadaan darurat, misalnya ancaman militer hingga bencana alam.

Namun hingga saat ini, NRF tidak disiapkan untuk menangkal ancaman Rusia.

Selain pasukan darurat, NATO juga memiliki pasukan yang beroperasi di sisi timur dan tenggaranya, baik di darat, di laut dan di udara untuk mencegah agresi Rusia. Ada empat kelompok penting -masing-masing dengan sekitar 1.000 tentara- yang berbasis di negara-negara Baltik di Estonia, Latvia dan Lituania, dan juga di Polandia.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X