• Minggu, 26 Juni 2022

Kerja Sama Pertahanan RI-Perancis Cakup Pengembangan Kapal Selam, Satelit hingga Amunisi Kaliber Besar

- Jumat, 11 Februari 2022 | 21:33 WIB
Presiden Jokowi, Menhan Prancis Florence Parly dan Menhan Prabowo Subianto di Istana Negara.  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
Presiden Jokowi, Menhan Prancis Florence Parly dan Menhan Prabowo Subianto di Istana Negara. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)

JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik penandatanganan beberapa nota kesepahaman atau MoU kerja sama pertahanan Indonesia - Perancis. Termasuk, dalam hal kerja sama MRO (maintenance, repair, overhaul), pengembangan kapal selam, pengadaan satelit, hingga produksi amunisi kaliber besar.

Hal ini terungkap ketika Presiden Jokowi menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis, Florence Parly, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/2/2022). Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah hal, termasuk mengenai kerja sama pertahanan antara kedua negara.

“Saya harap kerja sama pertahanan tidak hanya terfokus pada pembelian alutsista, namun juga memikirkan pengembangan dan produksi bersama, alih teknologi, serta investasi di bidang industri pertahanan,” ujar Presiden Jokowi, Suarakarya.id dari laman resmi Presiden RI, Jumat (11/2/2022).

Baca Juga: SIG Dukung Program Netral Karbon 2060

Presiden Jokowi juga berharap negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia - Uni Eropa mengalami kemajuan di bawah presidensi Prancis di Uni Eropa. Di saat yang sama, Presiden meminta dukungan Prancis terhadap presidensi G20 Indonesia.

“Indonesia mengharapkan dukungan Prancis terhadap presidensi Indonesia di G20, terutama mengenai kerja sama konkret yang dapat dihasilkan dari kerja G20,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyinggung pula mengenai kerja sama Indo-Pasifik. Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah sepakat untuk menjadikan Indo-Pasifik sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Untuk itu, penguatan kerja sama ekonomi diperlukan.

Baca Juga: Fasilitas Standar Internasional, Sandiaga Uno dan Hadi Tjahjanto Resmikan Penggunaan Media Center MotoGP 2022

“Mekanisme dialog 2+2 kita akan menjadi forum yang strategis untuk wujudkan visi Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera,” ungkap Presiden.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X