• Senin, 27 Juni 2022

Inggris Mempertimbangkan Kerahkan Pasukan NATO Jika Rusia Berani Invasi Ukraina

- Senin, 31 Januari 2022 | 00:08 WIB
Pasukan Inggris tiba di Hoek van Holland untuk melakukan perjalanan darat ke Norwegia, sebagai bagian dari latihan militer NATO (reuters)
Pasukan Inggris tiba di Hoek van Holland untuk melakukan perjalanan darat ke Norwegia, sebagai bagian dari latihan militer NATO (reuters)

SUARAKARYA.ID: Pemerintah Inggris dalam keterangannya, Minggu (30/1/2022), setiap serangan Rusia ke Ukraina akan mendapat sanksi cepat dan akan menghancurkan kedua belah pihak.

Inggris mempertimbangkan untuk melakukan pengerahan besar-besaran NATO sebagai bagian dari rencana untuk memperkuat perbatasan Eropa dalam menanggapi pasukan Rusia yang berkumpul di perbatasan dengan Ukraina.

Perdana Menteri Boris Johnson akan mengunjungi wilayah itu minggu depan, dan juga akan berbicara dengan Vladimir Putin melalui telepon.

Johnson, seperti dilaporkan Reuters, tengah mempertimbangkan tawaran terbesar yang mungkin diberikan kepada anggota pakta pertahanan NATO di Nordik dan Baltik, yang akan menggandakan jumlah pasukan dan mengirim senjata pertahanan ke Estonia.

“Paket ini akan mengirim pesan yang jelas ke Kremlin – kami tidak akan mentolerir aktivitas destabilisasi mereka, dan kami akan selalu mendukung sekutu NATO kami dalam menghadapi permusuhan Rusia,” kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

"Saya telah memerintahkan Angkatan Bersenjata kami untuk bersiap untuk ditempatkan di seluruh Eropa minggu depan, memastikan kami dapat mendukung sekutu NATO kami."

Para pejabat akan menyelesaikan rincian tawaran itu di Brussel minggu depan, dengan para menteri membahas opsi militer pada hari Senin.

Meningkatkan upaya diplomatik setelah menghadapi kritik karena tidak berbuat cukup, Johnson akan melakukan perjalanan kedua untuk bertemu rekan-rekan NATO awal bulan depan.

Menteri luar negeri dan pertahanan Inggris juga akan pergi ke Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan Rusia mereka dalam beberapa hari mendatang, dengan tujuan meningkatkan hubungan dan mengurangi ketegangan. ***

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Reuters

Tags

Terkini

X