• Kamis, 30 Juni 2022

Makin Memanas, Menlu Inggris Tuding Rusia Akan Serbu Ukraina Dan Rancang Pemimpin Boneka

- Senin, 24 Januari 2022 | 08:08 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss  (Reuters)
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss (Reuters)

Pernyataan Inggris itu dirilis pada Minggu dini hari, waktu Moskow dan Kyiv, dan tidak ada pernyataan langsung dari Kremlin, atau dari Murayev.

Sebuah sumber kementerian luar negeri mengatakan itu bukan praktik yang biasa untuk berbagi masalah intelijen, dan rinciannya hanya dirahasiakan setelah pertimbangan yang cermat untuk mencegah agresi Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia menolak komentar itu sebagai "disinformasi", menuduh Inggris dan NATO "meningkatkan ketegangan" atas Ukraina.

"Kami mendesak Kementerian Luar Negeri untuk menghentikan kegiatan provokatif ini, berhenti menyebarkan omong kosong dan akhirnya memusatkan upayanya untuk mempelajari sejarah kuk Mongol-Tatar," kata kementerian itu di akun Facebook yang diverifikasi.

Tuntutan

Klaim Inggris datang sehari setelah diplomat tinggi AS dan Rusia gagal membuat terobosan besar dalam pembicaraan untuk menyelesaikan krisis di Ukraina, meskipun mereka setuju untuk terus berbicara.

Rusia telah membuat tuntutan keamanan pada Amerika Serikat termasuk penghentian ekspansi NATO ke arah timur dan janji bahwa Ukraina tidak akan pernah diizinkan untuk bergabung dengan aliansi militer Barat.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Emily Horne mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Perencanaan semacam ini sangat memprihatinkan. Rakyat Ukraina memiliki hak berdaulat untuk menentukan masa depan mereka sendiri, dan kami mendukung mitra kami yang terpilih secara demokratis di Ukraina."

Murayev, 45, adalah seorang politisi pro-Rusia yang menentang integrasi Ukraina dengan Barat. Menurut jajak pendapat oleh think tank Razumkov's Center yang dilakukan pada Desember 2021, ia berada di peringkat ketujuh di antara kandidat untuk pemilihan presiden 2024 dengan dukungan 6,3%.

"Anda telah membuat malam saya menyenangkan. Kantor Luar Negeri Inggris tampaknya bingung," kata Murayev kepada surat kabar Inggris, Observer.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Artikel Terkait

Terkini

X