• Senin, 27 Juni 2022

KBRI Phnom Penh Promosikan Pariwisata Dan Perdagangan Melalui Hybrid Familiarization Trip

- Selasa, 30 November 2021 | 21:59 WIB
Duta Besar RI Phnom Penh, Sudirman Haseng secara simbolis menyampaikan apresiasi kepada beberapa influencer Kamboja yang telah berkontribusi melakukan promosi kepada Indonesia melalui akun media sosial.
Duta Besar RI Phnom Penh, Sudirman Haseng secara simbolis menyampaikan apresiasi kepada beberapa influencer Kamboja yang telah berkontribusi melakukan promosi kepada Indonesia melalui akun media sosial.

PHNOMPENH: “Ada pepatah mengenai Bandung, ibu kota tanah Sunda, yang diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam sambutan pembuka pada Hybrid Familiarization Trip (Famtrip) bertema “Exploring the Land of Sunda” yang diselenggarakan KBRI Phnom Penh, 27 November 2021.

Para pengunjung akan merasakan dan menikmati sensasi dan pengalaman di Tanah Sunda meskipun secara fisik masih berada di Kamboja.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Barat, dan memperkuat hubungan people-to-people kedua negara. Selain itu, pada saat yang sama juga diselenggarakan bazar mini yang memuat produk-produk asal Indonesia.

Selain dihadiri oleh State Secretary dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Informasi, para Jenderal dari instansi militer di Kamboja, dan Presiden Asosiasi Travel Kamboja (CATA), serta perwakilan Kementerian Informasi, acara juga dihadiri oleh para media, influencer, dan pelajar dari beberapa universitas di Kamboja.

Para pengunjung diajak melakukan perjalanan virtual ke Museum Konferensi Asia Afrika yang memiliki Pojok Sihanouk. Pojok Sihanouk berisi foto saat PM Ali Sastroamidjojo menyambut kedatangan Pangeran Norodom Sihanouk sebagai Ketua Delegasi Kamboja ke Konferensi Asia Afrika dan kursi tempat mereka duduk. Para pejabat Kamboja dan pengunjung yang hadir sangat terkesan saat pemandu Museum menampilkan terjemahan Dasa Sila Bandung dalam Bahasa Khmer.

Selain kunjungan virtual, para pengunjung juga disuguhkan dengan dengan penampilan tari Merak dan Kidang dan permainan angklung dari Pusat Budaya Indonesia (Pusbudi) Nusantara KBRI Phnom Penh.

Pengunjung juga sekaligus mendapatkan kesempatan untuk memainkan secara langsung alat musik khas Jawa Barat tersebut dengan lagu Kamboja berjudul Arapbiya yang memiliki nada yang mirip dengan lagu Cucak Rowo.

Untuk lebih merasakan atmosfir di Jawa Barat, terdapat empat sudut, yaitu pojok kuliner untuk mencicipi batagor, cireng serta bajigur, dan bandrek; pojok busana untuk mencoba berbagai baju adat Indonesia; pojok foto untuk melakukan swafoto dengan latar belakang Gedung Sate di Jawa Barat dan di Pojok KAA.

Pengunjung juga dapat langsung melihat dan membeli berbagai produk buatan Indonesia yang berada di Kamboja, seperti produk dari Indofood, suplemen kesehatan dari Kalbe dan Dynamic Argon (joint venture Dexa Medica), pakaian batik, kosmetik, dan juga produk industri strategis seperti peralatan tempur dan alutsista. Empat dari lima industri strategis Indonesia yang telah ekspor berada di Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

X