• Selasa, 28 Juni 2022

Masa Pandemi Uni Eropa Promosikan Inovasi Teknologi Menangkal Perundungan Digital Untuk Melenial

- Minggu, 21 November 2021 | 23:37 WIB
Dubes Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket memberikan atensi dalam penyelenggaraan kompetisi dan penghargaan EU Social DigiThon 2021 di masa pandemi (Ist)
Dubes Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket memberikan atensi dalam penyelenggaraan kompetisi dan penghargaan EU Social DigiThon 2021 di masa pandemi (Ist)

JAKARTA: Dalam dua tahun terakhir, Delegasi Uni Eropa (UE) melihat dampak krisis terhadap kehidupan anak sebagai kelompok masyarakat yang sangat terdampak, terlepas dari dimana mereka berada. Mereka merasakan konsekuensinya seperti dalam hal pembelajaran hingga kesejahteraan hidup.

"Pandemi Covid-19 merupakan saat yang sangat krusial, dimana keseharian kita beralih ke ranah online termasuk bagi anak-anak. Walaupun ranah online memberikan banyak peluang, ada juga bentuk-bentuk kekerasan baru seperti cyberbullying," ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket di Jakarta, Sabtu (20/11/2021)

Sejak tahun 2012, Uni Eropa, kata Vincent meluncurkan strategi tentang internet yang lebih baik untuk anak-anak dan menetapkannya sebagai benchmark global untuk perlindungan anak-anak dan remaja di dunia digital, sambil sepenuhnya melindungi hak mereka untuk mengakses internet untuk perkembangan. Hal ini juga sejalan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) 5M yakni memastikan memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mangalir, menjaga jarak aman dan tidak berkerumun serta mengurangi mobilitas yang tak henti-hentinya dikampanyekan Pemerintah Indonesia guna melindungi keselamatan dan kesehatan rakyatnya.

Untuk mencerminkan dunia yang selalu berubah saat ini, UE mengadopsi versi terbaru dari strategi ini pada tahun 2022.

Pada tahun 2021, Uni Eropa juga meluncurkan strategi tentang Hak Anak, untuk melindungi semua anak dengan lebih baik dan membantu mereka memenuhi hak-hak mereka. Ini dikembangkan untuk anak-anak dan dengan anak-anak- sebagai bagian dari proses penyusunan.

Lebih dari 10.000 anak dikonsultasikan untuk memastikan strategi yang mencerminkan perubahan saat ini di semua aspek kehidupan mereka, termasuk dalam penggunaan teknologi digital, dalam gaya hidup mereka dan masalah kesehatan terkait yang diperburuk oleh pandemi.

"Uni Eropa percaya anak-anak sepatutnya dapat memanfaatkan peluang di ranah digital dan memaksimalkan potensi mereka, yang secara tidak langsung akan mendukung pertumbuhan dan menjamin hak anak," tegas Dubes Vincent Piket.

Pada kesempatan ini, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengumumkan para pemenang EU Social DigiThon 2021, yaitu kompetisi untuk mencari solusi berbasis teknologi untuk mengatasi perundungan digital pada anak di Jakarta, Sabtu (20/11/2021).

Para pemenang tersebut adalah: Juara Pertama: Tim Share Platform dengan aplikasi yanguh dirancang untuk melaporkan, menanggapi, dan menyelesaikan kasus perundungan.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

X