• Minggu, 3 Juli 2022

Kemenlu: Penting, Keamanan Siber Bagi Masyarakat Luas

- Minggu, 14 November 2021 | 21:09 WIB
Foto Ilustrasi: Dok Kemenlu
Foto Ilustrasi: Dok Kemenlu

DENPASAR: Sebagai negara dengan pengguna internet terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dibayangi oleh adanya serangan siber yang mengalami peningkatan tahun di 2021. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat agar melek terhadap keamanan siber.

Peringatan itu disampaikan Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Rolliansyah Soemirat dalam Talkshow 'Membangun Kesadaran Masyarakat terhadap Keamanan Siber' secara hybrid dari Denpasar, Bali, Sabtu (13/11/2021). 

“Tidak ada kebenaran yang absolut. Seluruh lapisan masyarakat memiliki kewajiban untuk bersikap dewasa dan bertanggung jawab dengan tidak mudah bereaksi dalam berinteraksi di dunia maya," tutur Rolliansyah Soemirat  dikutip dari laman resmi Kemenlu RI.

Talkshow yang merupakan rangkaian kegiatan International Conference on Digital Diplomacy (ICDD) Week ini digelar Kemenlu RI untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan saat beraktivitas di dunia maya. Tujuannya, agar masyarakat penjelajah internet terhindar dari adanya cyberthreat dan cyberattack.

Selain mengetengahkan Rolliansyah Soemirat, talkshow juga pembicara Harry Sufehmi dari Masyarakat Anti Fitnah menampilkan Indonesia (Mafindo), dan Kepala Prodi Teknologi dan Informasi ITB STIKOM, I Wayan Ardiyasa.

?Dampsk Serius Siber

Sementara itu Harry Sufehmi mengatakan, tantangan dan potensi perkembangan teknologi digital merupakan hal penting untuk dikelola. Hal ini demi menjaga keamanan informasi melalui integritas, ketersediaan informasi secara utuh, dan akuntabilitas informasi. 

Adapun tujuannya, untuk menanggulangi misinformasi dan disinformasi yang dikenal dengan hoax. Penanggulangan berita-berita hoaks penting karena dampaknya jauh lebih merusak daripada cyberattack biasa mengingat yang diserang adalah individu.

“Cyber-attacks kepada mesin maupun manusia dapat dihindari dengan sikap yang skeptis dan kritis terhadap informasi di dunia maya. Penanggulangan hoax bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan juga masyarakat secara keseluruhan," tutur Harry Sufehmi.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X