• Minggu, 26 Juni 2022

Menperin Sukses Yakinkan Investor Produsen Gula Terbesar Dubai: Siap Investasi USD 2 Miliar

- Minggu, 7 November 2021 | 23:58 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) bersama Managing Director Al Khaleej Sugar Co. sekaligus Chairman Jamal A-Ghurair Group, Jamal Al-Ghurair (kiri) seusai melakukan pertemuan di Dubai dan Plt Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika melihat langsung produksi gula
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) bersama Managing Director Al Khaleej Sugar Co. sekaligus Chairman Jamal A-Ghurair Group, Jamal Al-Ghurair (kiri) seusai melakukan pertemuan di Dubai dan Plt Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika melihat langsung produksi gula

DUBAI: Al Khaleej Sugar Co. sebagai produsen terbesar gula di kawasan Timur Tengah dan lima besar dunia, berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Komitmen ini disampaikan oleh Managing Director Al Khaleej Sugar Co. sekaligus Chairman Jamal A-Ghurair Group, Jamal Al-Ghurair saat bertemu dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) di Dubai, Selasa lalu (2/11/2021) waktu setempat.

Selain menghadiri perhelatan Expo Dubai 2020, kunjungan kerja Menperin AGK tersebut ke Uni Emirat Arab, sekaligus untuk bertemu calon investor potensial. Salah satunya adalah Al Khaleej Sugar (AKS). Saat itu, Menperin AGK didampingi Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufik Bawazier, Staf Khusus Menteri Achmad Sigit Dwiwahjono dan Konsul Jenderal RI di Dubai K. Candra Negara.

"AKS akan berinvestasi pabrik gula terintegrasi di Indonesia. Selain memproduksi gula, AKS juga rencananya memproduki bioetanol dan listrik dari biomassa," ungkap Menperin AGK melalui keterangan pers yang diterima suarakarya.id di Jakarta, Minggu (7/11/2021).

AKS bakal membenamkan investasi sebesar USD2 Miliar atau sekitar Rp28,68 Triliun dalam pengembangan etanol di Indonesia.

Menperin menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan kementerian lain untuk menjajaki peluang investasi tersebut karena terkait investasi energi dan pemenuhan lahannya. Selain itu, AGK berharap penanaman modal perusahaan gula asal Dubai itu bakal menjadi pelatuk industri gula nasional yang lebih efisien pada masa depan.

"AKS akan mengembangkan fabrikasi etanol dari gula. Etanol tersebut pun diharapkan dapat menjadi sumber bahan bakar alternatif," ujarnya.

Upaya ini sejalan dengan tren pengurangan emisi karbon, yang membuat sejumlah negara memutar otak untuk mencari sumber energi yang lebih bersih. Negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, dan Filipina sendiri telah mengembangkan etanol dalam jumlah besar sebagai alternatif bahan bakar fosil. Pemanfaatan etanol dalam energi baru dan terbarukan menjadi satu alternatif untuk pengurangan gas emisi karbon dari sektor transportasi.

Selain sebagai bahan bakar, lanjut AGK, etanol gula dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gula rafinasi.

"Dalam konteks ini, impor gula bisa ditekan dan bahkan ke depan berpeluang berkurang sekitar 750.000 ton per tahun," ungkapnya.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

X