• Minggu, 2 Oktober 2022

Inggris Negara Pertama Perkenalkan Pil Covid-19

- Jumat, 5 November 2021 | 10:11 WIB
Inggris negara pertama perkenalkan pil obat Covid-19.
Inggris negara pertama perkenalkan pil obat Covid-19.

LONDON: Badan Pengatur Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA) menjadi lembaga pertama di dunia yang menyetujui pil antivirus untuk pengobatan Covid-19 sehingga membuka jalan bagi puluhan ribu pasien yang rentan untuk menerima perawatan mulai musim dingin ini.

Hampir setengah juta dosis molnupiravir, pil yang dapat diminum dua kali sehari di rumah, akan dikirim mulai pertengahan November.

Pil itu akan diberikan sebagai prioritas untuk pasien Covid lanjut usia dan mereka yang memiliki kerentanan tertentu, seperti sistem kekebalan yang lemah.  

Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Bawah Seribu Obat itu awalnya diberikan kepada pasien setelah melalui penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan Inggris seperti dikutip TheGuardian.com, Jumat (5/11/2021).

Peter Horby, pemimpin uji coba pemulihan inovatif perawatan Covid dari Universitas Oxford mengatakan keputusan MHRA merupakan momen penting dalam menangani pandemi.

MHRA menyatakan bahwa obat yang dikembangkan oleh Ridgeback Biotherapeutics dan Merck Sharp and Dohme (MSD) itu aman dan efektif untuk mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada orang dengan Covid ringan hingga sedang yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah.

Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid mengatakan keputusan itu menandai “hari bersejarah” dan mengatakan Inggris sekarang adalah negara pertama di dunia yang menyetujui obat antivirus untuk Covid-19.

Menurutnya, temuan itu akan menjadi obat penentu bagi mereka yang paling rentan dan mereka segera dapat menerima pengobatan yang inovatif. Pemerintah Inggris mengumumkan kesepakatan bulan lalu untuk membeli 480.000 dosis molnupiravir yang juga dikenal sebagai Lagevrio. Demikian informasu dari berbagai sumber yang diperoleh  Suarajarya.id, Jumat (5/11/2021).

Langkah itu diambil setelah dilakukan uji klinis di AS yang menunjukkan penggunaan pil selama lima hari mengurangi separuh risiko rawat inap atau kematian bagi pasien yang berisiko. Sedangkan pengiriman pertama diharapkan lebih awal dari pertengahan November.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

Profil  Permaisuri Camilla Istri Pangrran Charles III

Kamis, 15 September 2022 | 05:59 WIB
X