• Kamis, 18 Agustus 2022

Bicara Di KTT PBB, Menlu Retno Tegaskan Sikap RI Soal Afghanistan 

- Selasa, 14 September 2021 | 19:00 WIB

JAKARTA: Indonesia terus berharap adanya pemerintahan yang inklusif, menghormati perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan berupaya mencegah merebaknya terorisme di Afghanistan. Hal ini penting demi tercapainya Afghanistan yang aman dan mampu memulihkan kembali kepercayaan komunitas internasional.

Demikian Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi dalam pernyataannya ketika menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi PBB terkait Situasi Kemanusiaan di Afghanistan secara virtual, Senin (13/09/2021), dikutip dari laman resmi Kemenlu. 

Pertemuan Tingkat Tinggi secara virtual yang diprakarsai Sekjen PBB Antonio Guterres tersebut  dimaksudkan untuk menggalang dukungan negara-negara bagi bantuan kemanusiaan di Afghanistan.

Pertemuan itu sendiri dihadiri para pejabat tinggi setingkat menteri dari seluruh negara anggota PBB dan organisasi internasional. Selain Menlu RI, hadir pula para Menlu dari 35 negara, antara lain Menlu Jerman, Inggris, Turki, Pakistan, Iran, Uni Emirat Arab, dan Norwegia.

Terkait situasi kemanusiaan terkini di Afghanistan, Menlu Retno menegaskan bahwa komunitas internasional memegang tanggung jawab untuk memastikan tersampaikannya bantuan secara cepat dan lancar.

Indonesia sendiri berkomitmen memberikan bantuan sebesar 3 juta dolar AS kepada masyarakat Afghanistan. Bantuan disampaikan melalui mitra lokal yang terpercaya sebagai dukungan konkret Indonesia untuk masyarakat Afghanistan.

Dari total bantuan tersebut, sebesar 150.000 dolar AS diperuntukkan bagi bantuan kemanusiaan dalam situasi darurat. 

Sementara sebesar 2,85 juta dolar AS ditujukan untuk mendukung pembangunan di Afghanistan selama 3 tahun ke depan, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pertambangan.

?“Bagi Indonesia, keselamatan dan kehidupan masyarakat Afghanistan adalah prioritas utama," kata Menlu Retno.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X