• Selasa, 9 Agustus 2022

Indonesia Dorong Peran Positif AS Ciptakan Stabilitas Kawasan

- Rabu, 14 Juli 2021 | 21:13 WIB
Foto: Dok Kemlu.
Foto: Dok Kemlu.

JAKARTA: Indonesia mendorong peran Amerika Serikat (AS) bersama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang aman, stabil, sejahtera, dan damai. Untuk itu, kebiasan dialog harus diutamakan ketimbang konflik, kepercayaan strategis ketimbang defisit kepercayaan, dan kolaborasi ketimbang kompetisi.

Demikian penegasan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menghadiri Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN-AS yang digelar secara virtual, Rabu (14/07/2021).

“Prinsip-prinsip ini tertuang dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan harus menjadi pedoman dalam kemitraan ASEAN-AS ke depan,” kata Menlu Retno dikutip dari laman resmi Kemenlu.

Dilaporkan Associated Press, Blinken menggarisbawahi penolakan AS atas klaim Tiongkok di Laut China Selatan yang melanggar hukum. Ia menekankan bahwa Washington mendukung negara-negara yang berselisih dengan Beijing terkait sengketa laut itu.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan, pertemuan Blinken dengan blok 10 negara Asia Tenggara juga membahas pandemi virus Corona. Hal ini sempat disinggung karena    lonjakan infeksi membuat sistem kesehatan negara-negara Asia Tenggara itu kewalahan dan kian membuat ekonomi kawasan hancur.

Lebih jauh Menlu Retno menekankan perlunya memperkuat kerja sama dalam melestarikan perdamaian dan stabilitas kawasan. Isu Myanmar disampaikan oleh Menlu RI yang masih terus menjadi perhatian dan prioritas ASEAN. “Sekarang merupakan saat yang kritis, dimana Five-Point Consensus perlu segera diimplementasikan”, ujarnya.

Secara khusus Indonesia mengapresiasi kepemimpinan AS dalam menangani pandemi global, khususnya komitmen berbagi 500 juta vaksin kepada negara-negara lain untuk mengatasi kesenjangan akses vaksin. Apresiasi juga diberikan untuk dukungan AS terhadap TRIPS waiver di WTO.

Menlu Retno menegaskan kembali bahwa dalam situasi sulit seperti sekarang ini dibutuhkan kolaborasi lebih dari sebelumnya. Kompetisi dan rivalitas di kawasan hanya akan mengganggu upaya global dalam upaya memerangi pandemi. "Energi kolektif perlu difokuskan untuk mengakhiri pandemi dan pulih," katanya.

Indonesia menyambut baik kembalinya AS kepada multilateralisme dan mendorong peran positif AS yang lebih besar di kawasan.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X