• Sabtu, 25 Juni 2022

KPIQP Dan 9 Ormas Perempuan Gelar Aksi Damai Virtual Untuk Al Quds

- Senin, 10 Mei 2021 | 14:25 WIB
Aksi damai  KPIQP secara Virtual
Aksi damai KPIQP secara Virtual

JAKARTA: Hingga malam Ramadhan ke 27, serangan terhadap warga Palestina yang tinggal di wilayah Al Quds masih terus terjadi. Bahkan serangan di dalam masjid Al Aqsa yang dilakukan oleh polisi Israel semakin brutal.

Kekerasan tidak hanya terjadi terhadap para pria, namun perempuan bahkan yang usianya telah renta ikut menjadi korban kekerasan. Berdasarkan laporan dari Bulan Sabit Merah, sebanyak 178 warga Palestina menderita luka dan 88 diantaranya masuk ke rumah sakit akibat serbuan polisi Israel ke Al Aqsa dan pembubaran aksi di wilayah Al Quds lainnya.

Gejolak kekerasan yang terjadi ini membuat KPIQP tidak tinggal diam dan memenuhi panggilan Al Quds untuk melakukan pembelaan terhadapnya. KPIQP bersama 9 Ormas perempuan di Indonesia yakni PP. Salimah, PB Wanita Al Irsyad, PP Muslimat Mathlaul Anwar, PP Muslimat Al Washliyah, Muslimat DDII, PP Wanita PUI, PP Wanita PERTI, PP Wanita Islam, PP IGRA dan Adara Relief International mengadakan aksi damai secara virtual pada Minggu (9/5/2021) pukul 13.00.

Secara khusus acara ini ditujukan untuk menghentikan rencana penggrebekan terhadap masjid Al Aqsa oleh ekstrimis Zionis dalam rangka perayaan “Jerusalem Day” atau hari dikuasainya Jerusalem atau Al Quds oleh Zionis Israel tahun 1967 lalu pada tanggal 28 Ramadhan atau 10 Mei.

Berdasarkan informasi dari departemen wakaf Islam Al Quds, kelompok ekstrimis Yahudi telah menyerukan kepada pada pendukungnya untuk berpartisipasi secara luas dalam upaya penggerebekan tersebut.

Rencananya ini juga telah disetujui oleh penjajah Zionis Israel. Selain itu, acara yang dihadiri oleh lebih dari 2000 peserta melalui aplikasi zoom dan youtube ini juga diadakan untuk menentang perampasan secara ilegal rumah-rumah penduduk Palestina di wilayah Syekh Jarrah, Al Quds Timur oleh Zionis.

Merujuk pada juru bicara kantor HAM PBB Rupert Colville, pemindahan penduduk sipil ke wilayah pendudukan adalah tindakan ilegal di bawah hukum internasional dan berpotensi sebagai bentuk kejahatan perang.

Acara yang diberi judul “Munasoroh Virtual Palestina, Umat Bela Al Quds” ini dibuka oleh Ketua KPIQP Nurjanah Hulwani sebagai pembicara awal dengan topik

“Al Quds Memanggil Umat Islam. Nurjanah mengingatkan bahwa persoalan Al Quds sejatinya adalah persoalan akidah sekaligus kemanusiaan. Maka kewajiban menjaga Al Quds layaknya menjaga ibadah-ibadah wajib kita.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

X