• Kamis, 30 Juni 2022

Tarik Pasukan Dari Afghanistan, Amerika Tingkatkan Kekuatan Tempur Di Asia Selatan

- Minggu, 25 April 2021 | 00:09 WIB

WASHINGTON: Amerika Serikat meningkatkan kekuatan tempurnya di Timur Tengah dan Asia Selatan menjelang penarikan pasukan negara itu dari Afghanistan. Pembom jarak jauh tengah menju ke kawasan itu. Pengerahan persenjataan ini untuk mengantisipasi serangan Taliban saat pasukan AS ditarik.

Pentagon, Jumat (23/4/2021), mengumumkan bahwa Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah memerintahkan kapal induk USS Dwight D. Eisenhower untuk "sementara waktu" tetap berada di wilayah itu. Pembom jarak jauh juga menuju wilayah itu dan dua pesawat angkatan udara AS, B-52 sudah ditempatkan disana.

"Kita ingin membuat penarikan ini aman, tertib dan jelas. Itu artinya memberi komandan di darat pilihan untuk memastikan pasukan, tentara serta sekutu kita aman ketika keluar" kata juru bicara Pentagon John Kirby kepada wartawan, seperti dilaporkan voaindonesia.com

Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengumumkan menarik sekitar 2.500 hingga 3.500 tentara AS dari Afghanistan mulai 1 Mei, dan akan menyelesaikan penarikan itu pada awal September. Sekutu AS, yang memiliki sekitar 7.000 tentara di Afghanistan di bawah naungan NATO, juga akan meninggalkan negara itu bersama dengan ribuan kontraktor, pada waktu yang sama.

Meski ada rencana penarikan itu, para pejabat Taliban berulang kali mengancam akan menarget AS dan pasukan koalisi jika tidak meninggalkan Afghanistan pada awal Mei, tenggat waktu berdasarkan perjanjian yang ditandatangani antara Taliban dan pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump.

"Akan sangat bodoh dan sembrono jika tidak mengasumsikan bahwa mungkin ada perlawanan dan tentangan terhadap penarikan pasukan oleh Taliban, mengingat retorika mereka yang keras," kata Kirby kepada wartawan tentang ancaman itu, yang membuka kemungkinan langkah-langkah tambahan. "Sangat mungkin akan ada peningkatan sementara sebagian pasukan di darat dan pendukungnya, bukan hanya untuk melindungi pasukan tetapi juga untuk mendukung logistik dan teknis."

Selama pengarahan di Pentagon, Kamis (22/4/2021), komandan pasukan AS di Timur Tengah dan Afghanistan, Jenderal Kenneth "Frank" McKenzie Jr., mengemukakan kekhawatiran tentang kemampuan pasukan Afghanistan untuk menangkal Taliban setelah kepergian pasukan AS. Tetapi ia juga memperingatkan kelompok pemberontak agar tidak menarget pasukan AS atau pasukan koalisi sementara.

"Saya yakin, mungkin Taliban bermaksud melakukan operasi militer," kata McKenzie, dan menambahkan Taliban tidak pernah berhenti bertempur. "Saya akan memperingatkanTaliban bahwa kita akan siap mempertahankan diri," katanya.

AS juga sedang menyelesaikan rencana untuk memindahkan peralatan dan pasokan dari Afghanistan, yang sebagian besar akan diterbangkan ke luar negara itu. Namun Departemen Pertahanan mengatakan tidak semuanya akan di bawa ke AS.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

X