Militer 22 Negara Sahabat Akan Ikut Latihan Super Garuda Shield 2023

- Sabtu, 20 Mei 2023 | 17:56 WIB
Final Planning Conference (FPC) Super Garuda Shield ke 17 tahun 2023, yang direncanakan akan diikuti oleh militer 22 negara sahabat. Foto: Puspen TNI
Final Planning Conference (FPC) Super Garuda Shield ke 17 tahun 2023, yang direncanakan akan diikuti oleh militer 22 negara sahabat. Foto: Puspen TNI

SUARAKARYA.ID:  Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menggelar Latihan Bersama Super Garuda Shield ke 17 tahun 2023, yang direncanakan akan diikuti oleh 22 negara sahabat.

Final Planning Conference (FPC) yang dilaksanakan oleh 317 personel dari negara Indonesia, US, Perancis, Filipina, Australia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Papua Nugini , Timor Leste, dan Belanda, telah ditutup secara resmi oleh Asops Panglima TNI Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, di Hotel sangri-La,  Surabaya, Jumat (19/5/2023).

Pelaksanaan FPC tersebut telah diselenggarakan mulai tanggal 15 - 19 Mei 2023, bertujuan untuk membahas data dan fakta yang didapat dari hasil tinjau medan, pembahasan hal apa saja yang akan dilaksanakan, dan penyempurnaan serta sinkronisasi skenario latihan Super Garuda Shield tahun 2023.

Final Planning Conference (FPC) Super Garuda Shield ke 17 tahun 2023, yang direncanakan akan diikuti oleh militer 22 negara sahabat. Foto: Puspen TNI
Final Planning Conference (FPC) Super Garuda Shield ke 17 tahun 2023, yang direncanakan akan diikuti oleh militer 22 negara sahabat. Foto: Puspen TNI

Pada FPC ini, masing-masing grup mendiskusikan detail latihan di antaranya Staff Exercise, Multinational Force, Field Training Exercise, Combined Armed Live Fire Exercise, Hirain /C-Rain, Logistics and Protocol, Life Fire Exercise, Amphibious, Airborne, dan  Encap.

Dalam sambutannya, Asops Panglima TNI menyampaikan bahwa kesepakatan bersama dari negara peserta dapat menyukseskan kegiatan Super Garuda Shield 17/2023.

Baca Juga: Puluhan Pasukan Tempur Tinjau Medan Latihan untuk Super Garuda Shield TNI 2023

“Saya berharap hal-hal yang telah di sepakati bersama dapat dijadikan pedoman dalam menyelenggarakan latihan, gunakan waktu yang ada untuk meneliti dan menyempurnakan kembali hal-hal terkait penyelenggaraan latihan”, ujarnya.

Asops Panglima TNI juga menghimbau untuk mengidentifikasi, mewaspadai dan melaporkan pada kesempatan pertama apabila ada kendala.

“Koordinasikan dengan pemerintah daerah baik pada tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi dengan stakeholder terkait atau kementerian terkait lembaga kantor terkait yang diperlukan dalam rangka mengamankan jalannya latihan”, tutup Asops. (Puspen TNI) ***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X