• Rabu, 29 Juni 2022

Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah Tempuh Medan Berat Untuk Sapa Satgas Puter Di Pulau Rondo

27 April 2022
SUARAKARYA.ID: Untuk memberikan motivasi dan semangat kepada Prajurit TNI yang sedang bertugas di daerah operasi, diperlukan kehadiran pimpinan di lapangan. Bahkan ketika harus menempuh perjalanan berat dan penuh dengan risiko. Hal inilah yang dilakukan Aspotmar KSAL, Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr., (Han) dalam Safari Ramadan Spotmar TNI AL Tahun 2022 di Wilayah Kerja Lanal Sabang.

Nur Alamsyah menyempatkan diri menyapa Prajurit TNI AL Satgasmar Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Rondo, Jumat (22/4/2022). Disamping itu ia juga mengunjungi Pos Angkatan Laut (Posal) Lampulo, Posal Lhoknga, Posal Meulaboh, dan Posal Mahalayati di Sabang serta Mako Lanal Sabang, Fasharkan, Mako Lanudal, Posal Suka Karya Satrad TNI AL di Sabang. Safari Ramadan Spotmar TNI ini juga dilakukan dengan meninjau Kampung Bahari Nusantara (KBN) di Desa Pasiran, Sabang.

"Kunjungan ini sangat penting untuk memotivasi prajurit dan masyarakat yang berada di wilayah tersebut agar tetap semangat dan sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk menuju pertahanan wilayah," jelas Nur Alamsyah.

Pulau Rondo adalah pulau terluar Indonesia yang tidak berpenduduk terletak di Samudera Hindia dan berbatasan langsung dengan wilayah negara India yaitu Kepulauan Nikobar. Pulau ini merupakan wilayah paling ujung bagian barat dari NKRI, secara administratif merupakan bagian dari wilayah Kota Sabang, Nangroe Aceh Darussalam. Untuk menyapa Prajurit TNI yang bertugas menjaga keamanan di Pulau Rondo, diperlukan perjuangan berat dan beresiko tinggi, dimana harus menempuh perjalanan laut sekitar 1 jam menggunakan kapal.

Namun untuk bisa mendarat di Pulau Rondo, kita harus berenang sejauh lebih kurang 400 meter karena tidak tersedia fasilitas labuh. Perairan di sekitar Pulau Rondo yang terbuka langsung ke Samudera Indonesia menyebabkan lautnya berombak dan berarus kencang sehingga untuk berenang akan sangat menguras tenaga dan beresiko terbawa arus.

"Saat mendarat kita akan berhadapan dengan benturan ombak yang cukup besar dan dapat menghempaskan badan kita diantara karang-karang yang ditempeli teritip yang sangat tajam dan tersebar di sepanjang pantai. Tidak hanya sampai disitu, untuk menuju ke Pos Satgasmar Pam Puter kita juga harus menaiki 328 anak tangga yang terjal," jelasnya.

Setelah tiba di Pos, hal yang seharusnya dilakukan adalah istirahat sejenak dan membersihkan diri dari air laut dan keringat, namun hal tersebut terpaksa diurungkan karena di pos tersebut tidak tersedia air tawar. Air tawar didapat dari tampungan air hujan di dalam bak-bak yang dibuat dari terpal dengan jumlah yang sangat terbatas. (Foto: dok pribadi)***

Images Lainnya

X