Kejaksaan Bakal Langsung Proses Jika Ada Laporan Jual Beli Restorative Justice

- Senin, 23 Januari 2023 | 19:22 WIB
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana

 

SUARAKARYA.ID: Setiap perselisihan yang tidak bisa didamaikan biasanya langsung dibawa ke pengadilan dengan harapan akan ada putusan hukum. Realitanya hampir setiap putusan hukum oleh pengadilan tidak dapat dikatakan adil bagi semua pihak. Norma-norma keadilan, kepatutan dan bahkan kebenaran pun semakin kabur dan sulit untuk dipahami para pelakunya.

Keadilan milik semua (manusia). Tak perduli kaya dan miskin.Tak perduli apapun jabatannya. Tak perduli siapapun orang tuanya. Persamaan di hadapan hukum, equality before the law, demikian terus digaungkan.

Namun itu teori, beda dengan praktik. Dalam kenyataannya teori seringkali tidak terwujud. Penegakan hukum  diibaratkan sebilah pisau, “tajam ke bawah, tumpul ke atas.” Keadilan hanya milik orang kaya, bukan orang miskin.

Faktanya, hukum sejak semula selalu mengandung potensi untuk cenderung memberikan keuntungan kepada mereka dari golongan yang lebih mampu secara financial. Sementara hukum itu tidak adil terutama bagi masyarakat miskin dan tak mampu.

Baca Juga: ST Burhanuddin: RJ Berkembang Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Pidana Umum

Negara kita dicanangkan sebagai Negara Hukum. Maka dengan sendirinya hukum sebagai panglima dan masyarakat harus menjunjung tinggi supremasi hukum. Agar dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, Kejaksaan RI pun menyiasatinya dengan melahirkan restorative justice (RJ).

Warga masyarakat yang bersengketa pidana berusaha didamaikan. Kerugian saksi korban dikembalikan tersangka atau pelaku seraya meminta maaf. Tiada dendam, amarah, semuanya diselesaikan dalam suasana bersalam-salaman dan maaf memaafkan.

RJ pun semakin berkembang dan diminati. Di hampir setiap Kejaksaan Tinggi (Kejati) kini dibentuk Rumah Keadilan. Sudah ribuan pula perkara pidana yang selesai tanpa ada yang dituntut dan dijatuhi hukuman.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X