Pakar Hukum Pidana Dr Anwar Husin SH MM Minta Kapolri Tuntaskan Rekayasa Video Ismail Bolong

- Selasa, 6 Desember 2022 | 18:19 WIB
Pakar hukum pidana Dr Anwar Husin SH MM
Pakar hukum pidana Dr Anwar Husin SH MM

SUARAKARYA.ID: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan status hukum Ismail akan dijelaskan lebih lanjut saat mantan anggota polisi itu sudah dibawa ke Bareskrim Polri. Dia dengan tegas menyatakan secara teknis akan dijelaskan pada saat yang bersangkutan sudah bisa diamankan.

Hal itu dikatakan Listyo Sigit mengenai Ismail Bolong yang sudah jadi tersangka kasus tambang ilegal di Kaltim, Senin (5/12/2022).

 Sigit menyebutkan, dirinya sudah memerintahkan jajaran Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri dan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mencari Ismail Bolong. "Yang jelas Pak Dirtipidter dengan timnya kemudian juga dengan Kapolda Kaltim sudah saya perintahkan untuk mencari, tentunya saat ini sudah berjalan dan nanti kalau progresnya ada perkembangan pasti segera disampaikan ke rekan-rekan," ujarnya.

Pakar hukum pidana Dr Anwar Husin SH MM menilai tudingan Ismail Bolong yang menyeret nama Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto tanpa menyertakan bukti-bukti otentik terkait kasus dugaan suap tambang batu bara ilegal di Kaltim sepenuhnya telah memfitnah melalui videonya yang beredar tersebut.

Baca Juga: Prof Dr Firman Wijaya SH MH Nilai Video Ismail Bolong Kebebasan Berpendapat Kebablasan Beraroma Fitnah

Oleh karenanya, Anwar Husin meminta Kapolri mengusut tuntas motif rekayasa pembuatan video yang juga merusak institusi Polri tersebut. Video itu dinilai semakin membuat stigma negatif terhadap institusi Polri.

Ismail Bolong, kata Anwar Husin, diduga membuat video fitnah selain suruhan dari orang yang punya motif tertentu juga mengalihkan isu untuk menutupi bisnis ilegal yang selama ini dijalaninya.

"Untuk menutupi rasa ketakutannya itu, kemudian menyebarkan informasi yang direkayasa untuk menyudutkan Kabareskrim," ujarnya, Senin (5/12/2022). Terlebih di balik video fitnah tersebut membawa-bawa eks Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan yang diduga menekan Ismail Bolong.

Atas kasus ini, kata Anwar Husin, Kabareskrim juga telah membantah setoran dari hasil tambang ilegal Ismail Bolong. Menurut Agus Andrianto, tuduhan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan soal keterlibatannya dalam kasus tambang illegal tidak benar.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X