Bekas Kakanwil BPN DKI Jakarta Dituntut Lima Tahun di Dalam Bui

- Senin, 5 Desember 2022 | 22:55 WIB
PN Jakarta Pusat
PN Jakarta Pusat

 

 

 

SUARAKARYA.ID: Bekas Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta, Jaya,  dituntut lima (5) tahun penjara atau di dalam bui oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri di Pengadilan Negeri (PN )Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022).

"Terdakwa Jaya telah terbukti melanggar pasal 263 ayat (1) KUHP tentang  Pemalsuan. Dia diduga sebagai sindikat mafia tanah telah melakukan pemalsuan dokumen untuk pembatalan surat Hak Guna Bangunan (HGB)," ujar JPU Andri saat membacakan tuntutannya di PN Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022).

JPU menyebutkan  tidak ada  hal yang dapat menghapuskan sifat perbuatan melawan hukum dari perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Jaya. Sehingga sudah sepantasnya terdakwa, mempertanggung jawaban perbuatan yang dilakukannya.

Baca Juga: Mafia Tanah Cipayung Segera Didudukkan di Kursi Pesakitan Pengadilan Tipikor

Untuk itu, menuntut terdakwa Jaya dengan pidana selama lima (5) tahun penjara, dikurangi selama masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

JPU juga menyampaikan pertimbangan hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian korban PT Salve Veritate hingga Rp 600 miliar. Selanjutnya dalam persidangan terdakwa berbelit-belit dan memperkeruh permasalahan di bidang pertanahan Kanwil BPN DKI Jakarta. Untuk hal meringankan  terdakwa Jaya dianggap sopan selama persidangan.

Berdasarkan uraian dalam requisitor JPU tersebut,  jaksa meminta majelis makim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menetapkan terdakwa Jaya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X